
JNewstv.com | Sofifi. – Impian Ribut Fajar yang kesehariannya menjadi marbot (penjaga masjid) yang juga menjadi guru ngaji di masjid akhirnya menjadi kenyataan.Pasalnya ia berhasil menjadi polisi berpangkat brigadir dua (bripda) ini setelah lolos dan lulus dari Sekolah Polisi Negara(SPN) Sofifi di Tidore Kepulauan ,Provinsi Maluku Utara. (02/03/20)
Ribut Fajar adalah satu dari 205 siswa yang dilantik dan diambil sumpah oleh Kapolda Malut,Brigjen Pol Rikwanto di halaman kantor SPN Sofifi yang yatim piatu karena orangtuanya sudah meninggal sejak usianya tujuh bulan sehingga kebahagian yang dirasakannya saat usai pelantikan membuat dirinya sedih hingga mengurai air mata.
Saat di temui oleh awak media,Bripda Ribut mengatakan bahwa dirinya sedih hingga menguraikan airmata karena saat pelantikan dan sumpah jabatan dirinya menjadi polisi tidak di hadiri oleh kedua orangtuanya seperti kawan – kawan yang lain merasa bahagia atas kehadiran orangtua.” Saya sedih dan menangis karena orangtuanya tidak dapat melihat anaknya telah menjadi abdi negara sebagai polisi yang bertugas akan melindungi dan mengayomi masyarakat,” ucapnya dengan berurai airmata.
Bripda Ribut menjelaskan bahwa dirinya menjadi polisi ini sudah melalui tes ketiga kalinya, yang pertama tidak lulus di psikotes serta yang kedua gagal di kesehatan. “Alhamdulillah tes yang ketiga ini lulus dan berhasil menjadi polisi sekarang ini,” jelasnya.
Sementara itu Kapolres Ternate, AKBP Azhati Juanda menerangkan bahwa dirinya menginginkan Bripda Ribut bertugas di polres Ternate agar bisa menjadi panutan bagi masyarakat yang lain bahwa seorang penjaga masjid juga bisa menjadi seorang polisi. “Saya berharap Bripda Ribut Fajar ini bisa masuk ke satuan Polres Ternate karena tentunya dengan hadirnya ini bisa membangkitkan semangat bagi yang lain bahwa untuk menjadi anggota Polri itu siapa saja bisa,” terangnya.
Lanjut Kapolres, walaupun orangtuanya tidak ada dan kerjanya hanya sebagai marbot di masjid tapi dengan tekad yang kuat akhirnya dia bisa masuk menjadi anggota polisi. “Pesan saya tetaplah menjadi manusia yang baik dan jangan terpengaruh, terlena atau terbuai dengan hal hal yang bersifat duniawi karena yang masuk Polisi itu harus disyukuri dan cara kita mensyukurinya adalah kita harus menjaga tugas, jaga sikap kita, jaga perilaku kita sehingga kita betul – betul menjadi anggota kepolisian yang bisa menjadi panutan bagi masyarakat yang lain bahwa menjadi anggota polri itu semua orang juga bisa” tutupnya. (ilon/red)
JNewstv.com Berita Fakta & Realita