
JNewstv.com | JAKARTA
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mendapat tugas dari Presiden Jokowi untuk menangani Ketahanan Pangan Nasional membuat petani gula menjadi ceria. Pasalnya menyusul adanya kesepakatan 12 importir untuk membeli 900.000 ton gula tebu nasional masa giling Juni-Oktober 2020 seharga Rp 11.200/kg sehingga memupus kegalauan petani gula. (13/07)
Sekjen Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Nur Khabsyin kepada media mengakui petani gula galau karena bakal harga gula pasti anjlok bersamaan musim giling tebu dengan kedatangan gula impor.namun ada 12 importir yang akan membeli hasil petani gula tebu dengan harga Rp 11.209/ kg.
“Alhamdulillah, sekira pukul 21.30 WIB semalam, kami (APTRI) dan pihak importir gula telah sepakat menandatangani pembelian gula petani di kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto,” ucapnya.
Ia menjelaskan bahwa kejatuhan harga gula petani dikarenakan tetap diberlakukannya Permendag nomor 42 tahun 2016 sebagai acuan harga gula petani Rp 9.100/kg & konsumen (harga eceran tertinggi) Rp 12.500/kg sementara biaya pokok produksi tahun 2020 rerata Rp 12.772/kg.
” Kesepakatan itu diawali tak berjawabnya surat APTRI kepada Kementerian Perdagangan Komisi VI DPR RI lalu dilanjut menyurati presiden tertanggal 22 Juni 2020 terkait penyelamatan gula petani sesuai harapan semasa silaturahim di Istana Presiden Joko Widodo, 6 Februari 2019, ” jelas Nur Khabsyin
Nur Khabsyin menerangkan bahwa kekhawatiran APTRI karena mengalami ironi dimana harga gula petani anjlok sedangkan Kemendag & Kementerian Pertanian seperti berlomba melakukan impor pangan sejak Bulan Puasa (24 April-Mei) berdalih mengendalikan harga gula pasaran hingga Rp 20.000/kg.
” Hingga saat ini Pusat Informasi Harga Pangan Strategia Nasional (PIHPS) mencatat harga gula Rp 14.350/kg, atau jauh di atas patokan HET pemerintah Rp 12.500/kg,” terangnya.
Padahal, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengungkapkan telah kompak bersama Mendag Agus Suparmanto & Kabulog Komjen (Purn) Budi Waseso mencukupi ketersediaan 11 komoditas pangan bagi 267 juta penduduk Indonesia.
“Ada 11 komoditas yang dalam kendali dan harus dilakukan beras, jagung, bawang merah, bawang putih, cabai besar, cabai rawit, daging sapi dan kerbau, daging ayam ras, telur ayam ras, gula pasir, dan minyak goreng. Dan perkiraan kita ketersediaan kebutuhan dasar ini insyaallah sampai Desember tetap aman, insyaallah dalam kendali,” pungkas Syahrul saat webinar Kamis (2/7) seraya menyebut:. “Ramadhan dan Idul Fitri sebagai big season kebutuhan yang ada, dan ketersediaan, daya beli dan lain-lain cukup bisa terkendali dengan kerjasama semua pihak, Bulog, Kemendag dll. Kami cukup kompak melakukan ini.”
Pangan Prabowo Namun begitu, Presiden Joko Widodo menugasi Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto, untuk menangani ketahanan pangan nasional. Katanya, Prabowo menjadi sector leading Lumbung Pangan Baru dibantu Mentan Syahrul, Kementerian Pekerjaan Umum & Perumahan Rakyat
“Saya kira kita tahu semuanya, FAO (organisasi pangan dunia) sudah mengeluarkan peringatan bahwa krisis pangan akan melanda dunia karena pandemi… Oleh sebab itu, kita menyiapkan sekarang ini yang namanya cadangan logistik nasional,” ujar Presiden Jokowi di Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, Kamis, 9 Juli 2020. (Harun)
JNewstv.com Berita Fakta & Realita