JNewstv.com | TERNATE – Bupati Halmahera Tengah, Ikram M. Sangadji, menunjukkan sisi akademisnya saat hadir sebagai penguji External dalam Seminar Proposal Pascasarjana di Universitas Khairun (Unkhair) Ternate, Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Kuliah 3, Gedung Pascasarjana Unkhair, Jumat (9/1/2026).
Keterlibatan Bupati penguji eksternal didasarkan pada latar belakang akademis bidang perikanan dan ilmu kelautan serta pengalamannya sebagai Asisten Deputi Pengelolaan Perikanan Tangkap pada Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia.
Turut hadir rektor Unkhair Prof Abdullah W Djabid bersama dekan Fakultas perikanan ilmu kelautan unkhair, dalam kesempatan tersebut, Bupati tidak hanya hadir sebagai tamu kehormatan, melainkan memberikan bedah kritis terhadap usulan penelitian mahasiswa bernama Amiruddin Safi, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Program Studi Magister Ilmu Kelautan, yang mengangkat topik pengembangan perikanan tangkap pelagis kecil di Kecamatan Weda Tengah dan Utara.


Koreksi Metodologi Penelitian
Bupati menyoroti inkonsistensi antara judul dan isi proposal, serta memberikan masukan tajam terkait metodologi analisis yang digunakan. Ia menyarankan agar peneliti tidak memaksakan korelasi antara nelayan skala kecil dengan industri pertambangan besar, mengingat perbedaan skala yang terlalu jauh.
“Saran saya, jangan interaksi dengan industri pertambangan. Karena skalanya hanya kecamatan,” tegas Bupati saat membedah draf penelitian tersebut.
Menurutnya, penelitian yang baik harus mampu memberikan masukan riil bagi pemerintah daerah dengan memotret kondisi yang sebenarnya terjadi di lapangan, bukan sekadar asumsi teoretis yang dipaksakan.
Dorong Fokus Ekonomi Riil
Lebih lanjut, orang nomor satu di Halmahera Tengah ini menyarankan agar mahasiswa mengalihkan fokus penelitiannya pada relasi ekonomi mikro yang lebih berdampak langsung. Ia menantang peneliti untuk melihat hubungan antara nelayan sebagai produsen dengan pasar lokal yang tumbuh subur di sekitar kawasan industri, seperti usaha katering, rumah makan, dan kos-kosan.
“Kenapa tidak analisis Likert ini (melihat hubungan) si nelayan sebagai produsen ikan dengan konsumen di sana? Apakah nelayan pelagis skala kecil di dua kecamatan ini punya relasi ekonomi dengan kos-kosan dan rumah makan?” tanyanya memberikan pandangan baru.
Masukan ini dinilai penting untuk memetakan rantai pasok pangan lokal di tengah gempuran industri, sehingga hasil penelitian nantinya dapat menjadi dasar kebijakan pemerintah daerah dalam memberdayakan nelayan lokal.
Seminar tersebut berlangsung interaktif dan diakhiri dengan foto bersama antara Bupati, para dosen penguji, dan mahasiswa Pascasarjana Unkhair. Kehadiran kepala daerah dalam forum akademis ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara kebijakan pemerintah dan riset perguruan tinggi.
Ilham Husen
JNewstv.com Berita Fakta & Realita