JNewstv.com | Maluku Utara, Tidore Kepulauan — Pelantikan 25 anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tidore Kepulauan periode 2024-2029 diwarnai aksi protes yang dilakukan oleh sekelompok mahasiswa dari Jaringan Mahasiswa Maluku Utara (Jaman). Di tengah prosesi pelantikan yang berlangsung di dalam gedung DPRD, para demonstran yang berkumpul di luar menyuarakan ketidakpuasan mereka terhadap kinerja pemerintah daerah selama ini.
Gerakan aksi mahasiswa desak perubahan dalam orasinya, mahasiswa mengkritik berbagai permasalahan yang hingga saat ini belum terselesaikan, termasuk infrastruktur jalan yang rusak di wilayah Oba Selatan, pemadaman listrik yang kerap terjadi di beberapa desa, serta minimnya perhatian terhadap sektor pendidikan di Tidore Kepulauan.
“Kami tidak ingin 25 anggota DPRD yang baru ini hanya menjadi ‘penghuni’ gedung dewan tanpa ada hasil nyata bagi rakyat. Persoalan jalan di Oba Selatan yang hingga kini belum diaspal, listrik yang sering padam di desa-desa, serta kurangnya perhatian terhadap pendidikan harus segera diselesaikan,” tegas salah satu orator dalam aksi tersebut.
Para mahasiswa juga menyerukan agar DPRD yang baru dilantik berani mengambil sikap tegas dalam mengawasi pemerintah daerah dan memastikan aspirasi rakyat benar-benar terwujud, bukan hanya janji semata.
Terkait tuntutan transparansi dan penegakan hukum selain menyoroti permasalahan infrastruktur dan pelayanan publik, para mahasiswa juga menekankan pentingnya transparansi dan keterbukaan informasi oleh pemerintah daerah. Mereka mengingatkan para anggota dewan untuk tidak melupakan hak publik dalam mendapatkan akses informasi yang jelas dan akurat.
“Pemerintahan yang baik harus didukung oleh keterbukaan informasi. Kami harap DPRD yang baru ini menjunjung tinggi prinsip demokrasi, termasuk hak kebebasan pers. Setiap pelanggaran terhadap hak-hak tersebut bisa merusak kepercayaan masyarakat,” tambahnya.
Harapan publik terhadap anggota DPRD baru dengan pelantikan ini, masyarakat Tidore Kepulauan menaruh harapan besar agar para anggota dewan yang baru mampu menghadirkan perubahan nyata, terutama dalam menyelesaikan masalah-masalah krusial yang menyentuh langsung kebutuhan rakyat. Tantangan yang dihadapi oleh pemerintah daerah, terutama dalam sektor infrastruktur, pendidikan, dan pelayanan publik, menjadi fokus utama yang diharapkan dapat segera diatasi.
Keberanian untuk bertindak transparan dan menghormati hak-hak publik dalam pemerintahan diharapkan menjadi prioritas bagi DPRD yang baru dilantik ini. Masyarakat menanti tindakan nyata yang dapat membawa perubahan positif bagi Tidore Kepulauan ke depan.
Penulis : Ibrahim Yusuf
JNewstv.com Berita Fakta & Realita