Jakarta, JNewstv.com — 12 Januari 2026 — Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Dirjen Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) resmi membuka Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional Pertambangan 2026 yang digelar mulai 12 Januari hingga 12 Februari 2026. Acara pembukaan dilakukan secara daring dan dihadiri oleh pelaku industri, regulator, serta pemangku kepentingan sektor pertambangan mineral dan batubara di seluruh Indonesia.
Dalam sambutannya, Dirjen Minerba, Tri Winarno, menegaskan bahwa keselamatan dalam operasi pertambangan bukanlah beban biaya semata, melainkan investasi strategis jangka panjang. Menurutnya, budaya K3 yang kuat akan melindungi pekerja, aset perusahaan, serta memperkuat reputasi industri pertambangan Indonesia di mata global.
“Keselamatan pertambangan bukanlah pemborosan, tetapi investasi jangka panjang yang melindungi pekerja, aset perusahaan, sekaligus meningkatkan reputasi dan daya saing industri pertambangan nasional,” tegas Tri Winarno.
Bulan K3 Nasional Pertambangan 2026 mengusung tema “Membangun Ekosistem K3 Nasional melalui Implementasi Keselamatan Pertambangan yang Inklusif, Kolaboratif, dan Berkelanjutan”. Tema ini ditegaskan sebagai tonggak penting untuk memperkuat kerja sama antara pemerintah, perusahaan, hingga pekerja dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman dan produktif.
Momentum ini juga sejalan dengan semangat nasional peringatan K3 yang dilaksanakan secara terpadu di berbagai sektor — menekankan K3 bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi bagian dari budaya perusahaan yang harus dijalankan secara konsisten.
Tri Winarno menambahkan, sektor pertambangan mineral dan batubara memiliki peran strategis dalam pembangunan nasional. Berdasarkan data kinerja sektor, kontribusi industri ini terhadap penerimaan negara sudah melebihi target APBN 2025, dengan realisasi investasi mencapai angka signifikan. Namun, potensi risiko kecelakaan kerja di lapangan tetap menjadi tantangan yang harus diantisipasi dengan penguatan praktik K3 yang nyata.
Pada kesempatan yang sama, Dirjen Minerba menyampaikan apresiasi terhadap keterlibatan industri pertambangan dalam program ESDM Siaga Bencana, terutama dalam upaya penanggulangan bencana di wilayah Sumatera yang melibatkan dukungan personel, alat berat, serta bantuan medis dan logistik bernilai miliaran rupiah.
Selain itu, diluncurkan pula E-Katalog Inovasi Bidang Keselamatan Pertambangan sebagai referensi bagi pelaku usaha untuk menerapkan standar keselamatan terbaik dan mendorong kreativitas dalam upaya pencegahan bahaya kerja di lokasi tambang.
K3 Lebih dari Sekadar Seremoni, Tri Winarno menutup sambutannya dengan pesan bahwa bulan peringatan ini bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi ajakan untuk bertindak nyata guna mewujudkan industri pertambangan yang lebih selamat, sehat, dan berkelanjutan.
“Melalui kolaborasi dan sinergi yang kuat, kita wujudkan pertambangan Indonesia yang lebih sehat, selamat, dan berkelanjutan di tahun 2026 dan seterusnya,” pungkasnya.
Tim/red
JNewstv.com Berita Fakta & Realita