JNewstv.com | Ternate
Guna mengkoneksivitaskan misi dagang antara pelaku bisnis dari Pemerintah Jawa Timur (Jatim) dengan pemerintah provinsi Maluku utara (Malut), kedua pemprov tersebut melakukan pertemuan di hotel Sahid Bela, Ternate, Malut. Hal ini dikatakan Kadisperindag Jatim Dr. Ir Drajat Irawan, SE. MT kepada media kegiatan pertemuan tersebut.
Kadisperindag Jatim mengatakan sesungguhnya misi dagang adalah salah satu kegiatan yang mampu mempertemukan pelaku usaha kedua provinsi. ” Apa yang dibutuhkan Jatim dan sebaliknya dibutuhkan Malut tertangani. Baik dari bahan baku maupun bahan penolong produksi agar dapat menghasilkan hasil dagang.”ungkap Drajat
Drajat menjelaskan kegiatan ini bertujuan bagaimana mengurangi ketergantungan terhadap bahan baku impor atau dapat di mungkinkan subtitusi impor ada di Malut maupun sebaliknya.
” Contohnya dalam menghadapi bulan suci ramadhan pergerakan bahan baku kebanyakan dari Jatim. Untuk itu dengan hubungan dagang ini, bisa mengkolaborasikan antara pelaku usaha Jatim dan Malut,” jelasnya.
Ia menerangkan bahwa pada hari besar keagamaan yakni bulan puasa hingga lebaran, gerak bahan baku, seperti beras, telor, ayam kebanyakan dari Jatim. ” Dengan adanya kegiatan ini masing-masing pelaku usaha bisa bertatap muka langsung dan di harapkan terjadi satu transaksi transfer yang lebih mudah atau cepat. Begitu juga harga bahan pokok bisa terkendali.”papar Drajat
Tambah dia, yang terpenting dari hasil konektivitas kedua provinsi ini, dari sisi produk pembelanjaan saling menguntungkan. “Produk pembelanjaan Jatim bisa laku di Malut dan sebaliknya, inilah yang disebut pada tujuan misi dagang itu sendiri,” tutupnya. (Red)
JNewstv.com Berita Fakta & Realita