Home / Berita / Penumpang Keluhkan Beban Tarif Speedboat dan Kapal Kayu Rute Rum-Bastiong Naik

Penumpang Keluhkan Beban Tarif Speedboat dan Kapal Kayu Rute Rum-Bastiong Naik

Malut, Tidore – Tarif transportasi laut rute Rum-Bastiong mengalami kenaikan signifikan, penumpang penguna jasa angkutan laut harus merogoh saku lebih dalam untuk mengeluarkan biaya angkutan yang naik lebih tinggi, dengan alasan BBM yang sulit di dapat, sekalipun ada harganya juga tinggi, sedangkan di ketahui BBM yang digunakan salah satunya minyak tanah termasuk dalam golongan bahan bakar minyak bersubsidi begitu juga jenis pertalite. Ini menimbulkan spekulasi lingkaran setan terkait tarif angkutan laut ramah harga buat masyarakat. Senin (20/01/25)

Tarif terjangkau buat warga masyarakat tidak mampu semakin sirna dengan tarif speedboat yang sebelumnya Rp15.000 per orang kini naik menjadi Rp20.000 per orang. Sementara itu, tarif kapal kayu juga meningkat dari Rp15.000 menjadi Rp35.000 per orang, termasuk barang bawaan berupa sepeda motor.

Walaupun kenaikan tarif ini merupakan hasil kesepakatan antara penumpang dan para motoris, yang disepakati saat aksi mogok yang dilakukan motoris pada Senin, 20 Januari 2025, pukul 07.00 WIT. Aksi mogok ini berlangsung di Pelabuhan Rum dan disaksikan langsung oleh Kapolresta Tidore Kepulauan, Kombes Pol Yury Nurhidayat.

Yunus, salah satu juragan speedboat, menjelaskan bahwa aksi mogok dilakukan karena tingginya harga bahan bakar minyak (BBM) jenis minyak tanah, yang kini mencapai Rp10.000 hingga Rp11.000 per liter.

“Minyak tanah sekarang susah didapatkan, harganya di antara Rp10.000 hingga Rp11.000 per liter,” ungkap Yunus.

Ia juga menambahkan bahwa langkah mogok ini bertujuan agar ketersediaan minyak tanah di Kota Tidore Kepulauan tetap terjamin, sehingga para motoris tidak perlu mencarinya di Ternate.

“Kenaikan tarif ini juga menyesuaikan harga BBM pagi ini, yakni Rp20.000 per liter,” jelasnya.

Yunus menegaskan bahwa kenaikan tarif tersebut bukan merupakan pungutan liar (pungli), melainkan hasil kesepakatan bersama.

Rute Rum-Bastiong dilayani oleh 103 unit speedboat dan 12 unit kapal kayu. Armada tersebut dioperasikan secara bergiliran berdasarkan jadwal yang telah ditentukan.

Salah satu pengguna transportasi speedboat yang enggan disebutkan namanya mengaku keberatan dengan kenaikan tarif tersebut. Namun, masyarakat merasa tidak memiliki pilihan lain.

“Sebenarnya torang tara setuju dengan kenaikan tarif ini, tapi apa boleh buat. Kami berharap pemerintah Kota Tidore Kepulauan segera mengambil langkah untuk mengembalikan tarif ke harga normal,” ungkapnya kepada wartawan.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Tidore Kepulauan, Marsaid Idris, menyatakan bahwa kenaikan tarif tersebut belum dikonsultasikan dengan pihaknya. Ia juga menjelaskan bahwa penyebab kenaikan tarif adalah peralihan bahan bakar dari minyak tanah ke BBM jenis Pertalite dan Pertamax, yang harga ecerannya mencapai Rp15.000 per liter.

“Kenaikan tarif speedboat dan kapal kayu ini belum dikoordinasikan dengan kami. Namun, kami menganggap wajar mengingat bahan bakar yang digunakan sekarang sudah beralih ke Pertalite atau Pertamax,” ujar Marsaid.

Ia menegaskan bahwa pemerintah akan segera mengevaluasi kenaikan tarif ini agar tidak memberatkan masyarakat pengguna transportasi laut.

Penulis: Ibrahim Yusuf

About jnews

Check Also

Tidak Hanya Dapat Jadwal Yang Pasti, Masyarakat Makin Rasakan Kecepatan Pengukuran Tanah

JNewstv.Com | Bengkulu – Kepastian jadwal dan kecepatan proses jadi manfaat yang dirasakan masyarakat saat …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


*

HUT Bhayangkara-74 Kompi 1 Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Malut

Ucapan HUT BHAYANGKARA 74 Dari FPII