
JNewstv.com | LABUHA – Untuk pertama kalinya, Halmahera Selatan merayakan Hari Internasional Masyarakat Adat Sedunia (HIMAS) dengan menggelar upacara tabur bunga yang diprakarsai oleh Lembaga Adat Palimpungang Ompu Bangsa Nang Ompu Anak-anak Lipu Adat Bacan, berlokasi di pelabuhan Habibi desa Labuha, Jum’at (9/8/2024).
Ketua Umum Palimpungang, Dano Sanusi Iskandar Alam, memimpin langsung kegiatan yang berlangsung di Pelabuhan Habibi, Desa Labuha.
“Upacara tabur bunga ini merupakan simbol penghormatan kita terhadap leluhur dan Negeri yang kita cintai, yaitu Negeri Saruma,” ujarnya.
HIMAS, yang diperingati setiap tanggal 9 Agustus, bertujuan meningkatkan kesadaran dan melindungi hak-hak populasi masyarakat adat dunia.
Peringatan ini pertama kali diumumkan oleh Majelis Umum PBB pada Desember 1994.
“Momen ini juga menjadi ajang refleksi mengenai tantangan yang dihadapi dalam menjaga kelestarian budaya di tengah derasnya arus modernisasi dan globalisasi,” tambah Sanusi.

Data PBB menunjukkan terdapat sekitar 476 juta masyarakat adat di 90 negara, mewakili kurang dari 5% populasi dunia namun 15% kelompok termiskin.
Mereka mewakili 5.000 budaya berbeda dan mayoritas dari 7.000 bahasa di dunia.
Mantan Imam Masjid Kesultanan Bacan, Husen Radjaloa, yang memimpin doa bersama dalam acara tersebut, menekankan pentingnya menjaga warisan budaya.
“Kita harus memohon keberkahan dan perlindungan bagi Negeri Saruma serta generasi mendatang agar tetap menjaga dan melestarikan warisan budaya,” ujarnya.
Acara diakhiri dengan prosesi Tabur Bunga Rampai (Taur Saya Rampe) yang diharapkan mampu membangkitkan rasa nasionalisme dan kepemilikan akan pelestarian tradisi adat istiadat.
Perayaan perdana HIMAS di Halmahera Selatan ini diharapkan dapat menjadi momentum bagi masyarakat setempat untuk lebih menghargai kearifan lokal dan peran penting masyarakat adat dalam menjaga keseimbangan lingkungan dan sosial.
Sanusi mengajak generasi muda untuk lebih aktif dalam mempelajari dan melestarikan budaya lokal.
“Di era digital ini, kita bisa memanfaatkan teknologi untuk mendokumentasikan dan mempromosikan kekayaan budaya kita kepada dunia,” tutupnya.
Perayaan HIMAS di Halmahera Selatan menjadi contoh bagaimana tradisi dapat berjalan beriringan dengan perkembangan zaman, sekaligus mengingatkan pentingnya peran masyarakat adat dalam pembangunan berkelanjutan dan pelestarian lingkungan.
JNewstv.com Berita Fakta & Realita