Haltim, JNewstv.com — Keberadaan pos pengamanan kawasan hutan di Wasile Selatan dipertanyakan warga. Bangunannya ada, tapi petugas jarang terlihat berjaga.
Kondisi itu memicu keresahan karena dugaan penebangan pohon di hutan lindung dan aktivitas jual beli kayu masih terjadi.
“Pos sudah dibuat, tetapi kalau tidak ada yang menjaga, apa gunanya? Masyarakat menebang pohon siapa yang awasi? Kayu keluar siapa yang periksa?” keluh seorang warga, Senin (1/9/2026).
Warga menilai pos pengamanan saat ini hanya jadi “pajangan”. Padahal tujuan utamanya untuk mengawasi keluar-masuk kayu dan aktivitas di kawasan hutan.
Tanpa penjagaan jelas, pos tidak bisa mencegah dugaan penebangan dan perdagangan kayu ilegal yang dikeluhkan masyarakat.
Lebih ironis, keberadaan pos justru memberi kesan pengawasan berjalan. Padahal di lapangan kondisinya kosong.
Warga meminta instansi kehutanan tidak hanya mengandalkan laporan administrasi. Pengawasan harus nyata.
“Periksa langsung penjagaan pos, aktivitas keluar-masuk kayu, asal-usul kayu, sampai dugaan transaksi jual beli,” ujar warga.
Publik juga mempertanyakan siapa yang bertanggung jawab atas pos tersebut dan bagaimana sistem penjagaannya. Jika ada jadwal petugas, mengapa keluhan masih muncul.
Hutan lindung, kata warga, tidak boleh hanya dijaga dengan papan nama dan bangunan kosong.
“Kalau pos ini dibangun untuk melindungi hutan, petugas harus hadir. Kalau tidak, ini hanya formalitas,” pungkasnya.
(Kontributor/Nadi)
JNewstv.com Berita Fakta & Realita