Home / Berita / Rapat Persiapan Ritual Puncak Gunung Gamalama “Fere Kie” Digelar di Ternate
Foto rapat Persiapan Ritual di Puncak Gunung Gamalama (Fere Kie)

Rapat Persiapan Ritual Puncak Gunung Gamalama “Fere Kie” Digelar di Ternate

JNewstv.com | Ternate — Rapat malam ini membahas persiapan pelaksanaan ritual menuju puncak Gunung Gamalama atau yang dikenal dengan sebutan Fere Kie.

Tradisi ini merupakan kegiatan mendaki gunung untuk memanjatkan doa dan berziarah ke makam-makam keramat di puncak Gamalama. Ritual tahunan ini dijadwalkan berlangsung pada 15 Oktober 2025, dan bertujuan memohon perlindungan dari bencana alam, khususnya letusan gunung berapi.

Pelaksanaan ritual ini akan diawali dengan pembacaan doa serta pelaksanaan shalat di puncak, terutama di area makam keramat yang berada di kawasan Kelurahan Mangga Dua, Kecamatan Ternate Selatan.

Menurut Rizal Efendi, selaku Fanyira Kadaton dalam Kesultanan Adat Ternate, rapat malam ini membahas sejumlah rangkaian kegiatan, di antaranya Fere Kie, Kololi Kie, Ziarah Karamat, dan Pawe Obor.

“Ritual Fere Kie bukan hanya pendakian semata, tetapi juga kegiatan membersihkan sampah, penghijauan kembali, serta ziarah ke makam keramat. Ini adalah bentuk ikhtiar masyarakat Ternate untuk memohon perlindungan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar terhindar dari bencana letusan Gunung Gamalama,” ujar Rizal.

Peserta Fere Kie tahun ini melibatkan sekitar 15 kelompok Mapala, komunitas Fere Kie dengan 50 anggota, serta dukungan dari berbagai institusi seperti TNI, Polri, Lanal, Basarnas, dan PMI.

Sebagai bagian dari aksi pelestarian lingkungan, panitia juga menyiapkan sekitar 40 tempat sampah dan 15 bibit pohon untuk kegiatan penghijauan di sepanjang jalur pendakian.

Pertemuan tersebut turut dihadiri oleh Mayor Inf. Rudin Sidangoli, salah satu anggota TNI yang memberikan arahan agar pendakian dilakukan dengan tertib.

“Setiap pos pendakian, terutama pos pertama, harus dilengkapi papan pemberitahuan atau papan informasi agar para pendaki memahami aturan dan tidak bertindak sembarangan,” tegas Rudin.

Selain ritual doa, para peserta juga akan melakukan ziarah ke makam-makam keramat yang diyakini sebagai tempat peristirahatan para tokoh penting dan leluhur masyarakat Ternate.

Tradisi Fere Kie ini menjadi bagian dari kearifan lokal yang terus dijaga untuk melestarikan warisan budaya dan spiritual masyarakat Ternate.

Menurut Nurdjan Soleman, selaku Fanyira Jawa, rangkaian ritual akan diawali dengan pembacaan doa di Kedaton Kesultanan Ternate setelah shalat Subuh.

“Setelah itu, rombongan akan bergerak mendaki Gunung Gamalama melalui jalur pendakian Marikurubu. Biasanya para peserta mengenakan pakaian serba putih, melaksanakan shalat Zuhur, serta membaca doa di sejumlah makam keramat di sepanjang jalur pendakian,” jelas Nurdjan.

Menjelang sore hari, rombongan akan kembali turun dan pulang ke Kedaton (Ilong) sebagai penutup rangkaian ritual Fere Kie tahun ini. (Ilon)

About Saleh Lukman

Check Also

Pos Pengamanan Hutan di Wasile Selatan Ludes Terbakar, Warga Pertanyakan Pengawasan

Haltim, JNewstv.com — Keberadaan pos pengamanan kawasan hutan di Kecamatan Wasile Selatan, Halmahera Timur, kembali …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


*

HUT Bhayangkara-74 Kompi 1 Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Malut

Ucapan HUT BHAYANGKARA 74 Dari FPII