JNewstv.com | MAJALENGKA
Direktur Metrologi Ditjen Perlindungan Konsumen & Tertib Niaga (PKTN) Kementerian Perdagangan, Rusmin Amin akui sinergitas kearifan lokal setiap daerah, karena sangat dibutuhkan dalam sosialisasi bidang kemetrologian. Hal ini dikatakannya dalam webinar yang diikuti 551 peserta bertema Peran Metrologi Legal dalam Mewujudkan Tertib Ukur di Kabupaten Majalengka. (06/08/2020)
Rusmin Amin mengatakan bahwa pihaknya mengapresiasi inovasi Bupati Majalengka, bapak Karna Sobahi, yang menyosialisasi Metrologi Legal kepada para ulama & santri melalui program Unit Layanan Metrologi Amanah disingkat Ulama. “Program Ulama yang digagas Disperindag Kabupaten Majalengka, sejalan dengan amanat UU nomor 2 tahun 1981 tentang Metrologi Legal. Alasannya, Metrologi Legal bercirikan tera atau alat ukur yang tepat sebagaimana peran ulama & santri yang mengemban misi keagamaan yaitu amanah. “Kearifan lokal seperti inilah yang diharapkan mampu menjadi cara efektif & efisien dalam sosialisasi metrologi legal,” katanya.
Sementara itu Bupati Karna Sobahi menjelaskan bahwa program Ulama sejalan dengan visi daerah yang dipimpinnya sebagai kabupaten yang relijius. “Visi Kabupaten Majalengka Raharja yaitu Mewujudkan Tata Kehidupan dan Penghidupan Masyarakat Majalengka yang Religius, Adil, Harmonis dan Sejahtera’’.akunya.
Di tempat terpisah, Dirjen PKTN Kemendag, Veri Anggrijono menerangkan bahwa kebenaran hasil pengukuran (tera) terhadap takaran/ukuran pada kegiatan transaksi perdagangan berujung pada perlindungan konsumen. “Melalui tera sah, sesuai UU nomor 2 tahun 1981, menjadi wujud kehadiran pemerintah dalam melindungi konsumen sekaligus membentuk karakter pelaku usaha yang amanah. Pada gilirannya, perilaku amanah setiap warga negara dapat mendorong kesejahteraan masyarakat, bangsa, dan negara.”ujarnya.( Harun /red)
JNewstv.com Berita Fakta & Realita