JNewstv.com | Ternate. Angka kecelakaan lalu lintas (lakalantas) di Maluku Utara (Malut) mengalami trend kenaikan sebanyak 50 persen selama operasi patuh Kieraha berlangsung 14 hari, sejak 23 juli hingga 05 Agustus 2020. Hal ini dikatakan oleh Kabag OPS Ditlantas Polda Malut,AKBP Akbar Polhaupessy yang didampingi oleh Kabid Humas Polda Malut,AKBP Adip Rojikan dan Wadir lantas,AKBP Driyano A Ibrahim di ruang kie Raha Polda Malut. ( 06/08/2020)
AKBP Akbar Polhaupessy mengatakan bahwa data dari Ditlantas Polda Malut mencatat, sebanyak tiga kasus lakalantas pada operasi patuh 2020 dengan jumlah korban meninggal dunia dua orang. ” Jumlah tersebut naik dari tahun sebelumnya 2019 dimana jumlah lakalantas hanya 2 kasus dengan korban meninggal nihil,” paparnya.
Kabag OPS Dirlantas Polda Malut ini menjelaskan dalam operasi patuh Kieraha 2020, Polda Malut dan jajaran Polres melibatkan sebanyak 202 personil yang terdiri dari Polda 24 personil dan polres jajaran 178 personil. “Opearsi patuh dilaksanakan selama 14 hari, tahun ini berbeda karena pandemi covid 19. Untuk itu kita mengedepankan tindakan preventif dan represif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat bidang keamanan, keselamatan dan ketertiban.” jelasnya.
Ia menerangkan bahwa untuk jumlah lakalantas luka ringan mengalami penurunan sebanyak 25 persen dari tahun sebelumnya. Dimana tahun 2020 tercatat 4 orang, sedangkan tahun 2019 hanya tercatat 3 orang. ” Untuk jumlah pelanggaran lalulintas mengalami penurunan sebanyak 78 persen.
Selama 2020 Polda Malut mencatat 1.656 tilang, jumlah tersebut lebih rendah dibanding tahun sebelumnya 2019 terdapat sebanyak 7.559 tilang. Sedangkan jumlah kasus teguran mengalami kenaikan 12 persen dari tahun sebelumnya hanya 2.074 teguran, 2020 naik menjadi 2.326 teguran,” aku AKBP Akbar.
AKBP Akbar menambahkan bahwa selain itu jumlah pelanggaran tertinggi dalam Operasi patuh Kieraha 2020 adalah tidak menggunakan helm 1.305 pelanggar, surat kelengkapan kendaraan SIM STNK 237 pelanggar, lawan arus 51 pelanggar, dibawah umur 37 pelanggar dan safety belt 25 pelanggar. ” Untuk penindakan pelanggar di Polres Ternate menempati Urutan pertama sebanyak 334 tilang dan 263 teguran. Sedangkan Polres Morotai 540 teguran dan 191 tilang,” ujarnya.
Lanjut dia, untuk pelanggar di dominasi karyawan swasta sebanyak 1.220 pelanggar, pelajar 252 pelanggar dan PNS 144 pelanggar. “Operasi patuh Kieraha tahun ini mengalami penurunan kasus dibanding tahun 2019. Faktor utama yang memicu terjadinya penurunan adalah intensitas giat preemtif 40 persen, preventif 40 persen dan represif 20 persen selama pelaksanaan operasi patuh ditengah pandemi covid 19,” kata AKBP Akbar.
Sementara itu,Kabid Humas Polda Malut, AKBP Adip Rojikan mengharapkan bahwa dengan adanya operasi patuh Kieraha ini dapat menyadarkan betapa pentingnya berkendaraan mengikuti aturan lalu lintas agar dapat selamat baik buat diri sendiri maupun orang lain, ” Adanya Operasi Patuh Kieraha ini diharapkan masyarakat Maluku Utara dapat meningkatkan kesadaran hukum dalam berlalu lintas dengan mematuhi dan mengikuti aturan yang sudah ditetapkan,” tutupnya. (Uci/ ilon)
JNewstv.com Berita Fakta & Realita