JNewstv.com | Sofifi – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Maluku Utara (Malut) memperingati hari bakti PUPR ke 75, melaksanakan upacara dalam rangka sebagai bentuk mendalami semangat pantang menyerah, keberanian dan pengorbanan sebagaimana yang diperlihatkan oleh Tujuh Pahlawan Sapta Taruna yang gugur di Gedung Sate pada tanggal 3 Desember 1945 sebagai motivasi dan inspirasi bagi setiap insan PUPR dalam menjalankan tugas. Kamis (3/12/2020)
Santrani Abusama Kadasi Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Maluku Utara, menjelaskan bahwa memperingati hari bakti PUPR dengan tema” Sigab Membangun Untuk Indonesia Maju”. merupakan sebuah keinginan besar untuk membangun pembangunan infrastruktur terus dilakukan hingga ujung pelosok wilayah Maluku Utara sebagai bentuk kehadiran pemerintah dan upaya mempersatukan bangsa.
Memasuki akhir tahun ke 3 dibawah pemerintahan Gubernur Provinsi Maluku Utara Abdul Gani Kasuba dan Wakil Gubernur Provinsi Maluku Utara M Al Yasin Ali, berbagai pencapaian telah dapat dirasakan secara langsung manfaatnya oleh lapisan masyarakat Maluku Utara. Ungkapnya

Meski demikian, kata Santrani kita jangan cepat berpuas diri, tetapi justru lebih berhati-hati dalam bertanggung jawab atas setiap kebijakan dan langkah kita. Terobosan baru dan lompatan perlu terus dilakukan agar mampu bersaing dengan daerah-daerah lain. Ide kreatif dan inovatif harus dapat diimplementasikan dalam setiap gerakan kita.
Lanjut Santrani mengatakan bahwa tahun 2021 akan fokus pada infrastruktur pembangunan mesjid raya, jalan, air bersih dan bangunan sebagai penunjang kegiatan STQ tingkat nasional yang akan dilaksanakan di Sofifi ibu kota Provinsi Maluku Utara. Oleh sebab itu tahap satu pembangunan mesjid raya sudah selesai mulai struktur bangunan maupun pemasangan kuba, akan tetapi di tahun 2021 ini, akan dimaksimalkan pada tahap II sehingga mesjid raya sudah bisa digunakan sebagai tempat event STQ tingkat Nasional. Paparnya
Santrani Kadis PUPR Provinsi Maluku Utara berharap agar para wartawan jangan segan-segan untuk tulis saya, awasi saya dalam aspek pekerjaan bila mana ada kekeliruan sehingga saya mawas diri dan merasa selalu di kontrol, dan saat ini telah canangkan bahwa perdua minggu itu meminta advis (nasehat) dari inspektorat dan kejaksaan. Sebab kata Santrani “supaya torang tau Torang pe diri dan torang ini masih muda bahkan Torang pe langka ini bukan cuma di PUPR”, sehingga dirinya sangat berikhtiar. Bahkan dia juga sampaikan bahwa jika ada stafnya bermain- main maka yang pertama adalah pecat lewat mulut artinya SK mulut setelah itu baru SK tulisan. Tegas Santrani. (Kemal Swedya)
JNewstv.com Berita Fakta & Realita