JNewstv.com | Jabar – Musyawarah Wilayah VII Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Organisasi Wilayah (Orwil) Jawa Barat pada 13 -14 Juni 2022 berjalan lancar dan sukses.
Namun dibalik kesuksesannya, berbagai pelanggaran terjadi sedemikan nyata.
Peserta dari Organisasi Daerah (Orda) Cirebon dan Kuningan mengaku kecewa dengan perhelatan Muswil ke VII yang dinilai cacat.
Bahkan, kedua Orda ini rencananya bakal membentuk Organisasi Wilayah Khusus (Orwilsus) Cirebon, Indramayu, Majalengka dan Kuningan (Ciayumajakuning).
Hal ini dilakukan demi menyelamtkan Organisasi yang basisnya integritas, kapabilitas dan kredibilitas yang duperkuat dengan nilai-nilai islami.
Demikian disampaikan oleh Ketua ICMI Orda Kabupaten Cirebon dr. Asad, Sp.THT-KL, Ketua Dewan Pakar ICMI Kabupaten Cirebon Dr. Achmad Kholiq, Wakil Ketua ICMI Cirebon Ali Wahyuno dan Pengurus Orda Kuningan, Dr. Fahruz Zaman Fahdly, Kamis (16/6/2022).
Ketua ICMI Orda Kabupaten Cirebon dr. Asad, Sp.THT-KL, mengungkapkan Muswil ke VII ini tidak objective.
“Seolah-olah dipaksakan untuk memenangkan satu kandidat. Terkesan memaksakan sekali,” jelas dr. Asad.
dr. Asad menilai pola pemilihan Ketua ICMI Orwil Jabar periode 2022 – 2027 tidak sesuai dengan AD ART organisasi.
Selain pola pemilihan Ketua Formatur dan Tim 2022-2027, Pengurus Orda Kuningan, Dr. Fahruz Zaman Fahdly juga angkat bicara soal laporan pertanggungjawaban (LPJ) Ketua ICMI Orwil Jabar periode 2017-2022.
Setiap kegiatan yang ditampilkan Prof Najib selaku Ketua ICMI Orwil Jabar periode 2017-2022 tidak ada keterangan sumber keungan.
Bahkan, kegiatan juga tidak dirinci output dan impactnya.
” Kami jelas ajukan mosi tidak percaya,” ucapnya.
Output berkenaan dengan apa yang dihasilkan dan siapa yang menjadi sasaran dari kegiatan.
Sedangkan impact lebih mencakup kepada hasil yang harus dicapai dalam jangka pendek, menengah dan panjang.
” Jadi ini bukan LPJ tapi laporan kegiatan” terangnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Pakar ICMI Kabupaten Cirebon Dr. Achmad Kholiq, MA menyikapi wacana pembentukan ICMI Orwilsus Orsat Se-Ciayumajakuning tentu bisa saja terwujud.
Apalagi, proses pemilihan Ketua dan Tim Formatur sudah sedari awal dikondisikan sedemikan rupa untuk memenangkan salah satu calon Ketua.
“Hal-hal yang sangat mendasar seperti jujur, adil dan bersih jauh dari panggang api” katanya.
Achmad juga mengklaim bahwa wacana Orwilsus sudah melewati kajian ilmiah dan aspirasi segenap tokoh masyarakat Ciayumajakuning baik yang regional maupun nasional.
Terkait dengan Orwilsus, Wakil Ketua ICMI Cirebon Ali Wahyuno menyampaikan, wacana pembentukan ICMI Orwilsus Ciayumajakuning merupakan respond tegas kepada Pengurus Orwil Jabar periode 2017-2022 yang tidak bisa menjadi pengayom yang baik.
Pembentukan ICMI Orwilsus sah-sah saja yang penting tidak melanggar AD ART Organisasi ICMI.
Hal itupun telah dilakukan oleh Orwilsus Bogor.
Ciayumajakuning yang memiliki nilai sejarah dan budaya yang khusus dengan potensi sumber daya manusia dan alam yang mumpuni.
” Kami tak ingin didikte lagi oleh Tim Formatur yang diindikasi berpolitik tidak sehat,” tutup Ali.
Red
JNewstv.com Berita Fakta & Realita