Haltim, JNewstv.com — Pemkab Halmahera Timur tidak main-main. OPD yang kinerjanya “bandel” dan minim inovasi di akhir tahun 2026 terancam kena sanksi, termasuk pemotongan anggaran.
Ketegasan itu disampaikan Sekda Haltim Ricky Chairul Richfat, Selasa (1/9/2026). “Sudah ada kesepakatan dengan Pak Bupati. OPD yang tidak inovatif akan diberikan punishment. Evaluasinya menyeluruh, termasuk penganggaran,” tegas Ricky.
Menurut Ricky, evaluasi ini untuk memastikan program OPD selaras dengan visi misi Bupati Ubaid Yakub dan berdampak ke pelayanan publik.
“Sejauh ini belum kelihatan OPD yang kreatif berbasis inovasi. Makanya penganggaran mereka akan kami koreksi,” ujarnya.
Ia mencontohkan, pada Perubahan APBD sebelumnya sejumlah OPD sudah dipotong anggarannya karena penyerapan rendah dan program tidak jalan.
“Kalau penyerapan rendah, visi misi bupati tidak tercapai. Kami dorong OPD harus kreatif dan menjaga inovasi,” katanya.
Sekda meminta seluruh OPD menjadikan inovasi sebagai bagian wajib kegiatan, bukan sekadar rutinitas.
“Tujuan akhirnya satu pelayanan publik naik. Jangan anggaran besar tapi masyarakat tidak merasakan,” pungkasnya.
(Red/Nadi)
JNewstv.com Berita Fakta & Realita