JNewstv.com | Pulau Morotai — Seorang petani berinisial FP (36) asal Desa Falila, Kecamatan Morotai Selatan, Kabupaten Pulau Morotai, tewas di kebun miliknya saat membakar kopra pada Minggu, 5 Mei 2024 pagi. Korban diduga dianiaya oleh seorang pria.
Dari informasi yang diterima oleh media ini sekitar pukul 06.00 WIT, pelaku turun dari tempat pembakaran kelapa (para-para) dan membangunkan istri korban untuk membantu membakar kopra korban.
Kemudian istri korban yang sedang bersama kedua anaknya berjalan sekitar 20-30 meter dari rumah. Pelaku pun langsung menarik dan membanting istri korban, sehingga istri korban dan anaknya yang sedang digendong terjatuh.
Melihat kejadian itu, anak korban berlari pergi memanggil ayahnya yang sedang berada di tempat pembakaran kelapa yang tidak jauh dari rumah mereka. Namun, anaknya tidak berhasil menemui ayahnya sehingga anak korban kembali ke tempat ibunya.
Namun begitu tiba, istri korban telah dicekik dan dipukuli oleh pelaku, bahkan diperkosa. Namun, istri korban tetap melakukan perlawanan.
Anaknya juga ingin memukuli pelaku dengan kayu, tetapi pelaku mengancam anaknya dengan mengatakan akan membunuhnya.
Sang istri terus melakukan perlawanan terhadap pelaku dan melarikan diri ke tempat pembakaran kelapa untuk mencari suaminya.
Istri korban mencari tetapi tidak menemukan korban, lalu pergi ke rumah warga setempat untuk meminta pertolongan.
Seketika itu, pelaku pun pergi ke belakang rumah korban dan melarikan diri.
Penulis: M. Bahrul Kurung
Editor: Redaksi
JNewstv.com Berita Fakta & Realita