JNewstv.com | Ternate – Sosilisasi vaksinasi Covid-19 anak Usia 6-11 tahun di SD Negeri 37 Kota Ternate Provinsi malauku utara oleh tim vaksinator Puskesmas Kelurahan Gambesi Kecamatan Kota Ternate Selatan, dihadiri oleh beberapa dokter dan bidan terdiri dari dr.Sunarti dr. Firdayani Hi Amin, Hj.Rusina Pora bidan Koordinator, bidan Sri Rahayu, dan Ibu Mirra dari Promtes, Ibu Kepala Sekolah, dan bersama Orang tua wali murid di ruangan kelas 6, Rabu 02/02/2022.
Kepala Sekolah Negeri 37 Kota Ternate Sakina Hasan S.Pd.I, menyampaikan “Kegiatan sosialisasi tentang vaksinasi untuk Anak usia 6 sampai 11 tahun kepada wali murid kelas 1-6. Agar wali murid mengerti dan terpenting vaksin dimasa pandemi saat ini, supaya pemahaman wali murid tentang vaksinasi lebih mengerti” ucapnya Ibu Kepsek
Lanjutnya (red/ Ibu Kepsek) “Ada masyarakat dan termasuk walimurid yang beranggapan bahwa vaksin itu kurang menguntugkan bagi kesehatan itu tidak jelas, tetapi dengan berjalannya waktu saya (red/sakina) dan guru-guru berupaya untuk meyakinkan kepada masyarakat khususnya wali siwa, bahwa vaksin sangat berguna bagi tubuh Anak agar tidak mudah mendapat Penyakit, dan saya berharap agar walimurid mendukung pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di lingkungan sekolah supaya untuk mengikuti pembelajaran tatap muka dan berkumpul seperti sedia kala” ujarnya sakina
Hal ini juga disampaikan Dokter Sunarti, ia berharap terhadap walimurid bahwa vaksinasi siswa dapat berjalan lancar dan pembelajaran tatap muka kembali seperti biasa, dan vaksin Covid-19 bermanfaat untuk melindungi diri dan orang lain dari penularan virus corona.

” Perlindungan optimal terbangun akan terjadi satu pekan setelah vaksinasi dosis pertama. Meskipun orang masih bisa tertular COVID-19 setelah di vaksinasi tetapi gejala pada orang yang sudah divaksin umumnya bersifat ringan atau bahkan tidak mengalami gejala apapun, dan saya sudah sampaikan lewat paparan saya ini supaya walimurid mengerti dan paham”. ungkap Sunarti
Lanjutnya, Kejadian Ikutan Paska Imunisasi (KIPI) pada vaksinasi COVID-19 adalah kejadian medik yang diduga berhubungan dengan vaksinasi COVID-19. Tidak semua orang yang divaksinasi COVID-19 mengalami reaksi atau (KIPI). Munculnya reaksi atau KIPI adalah sesuatu yang wajar. KIPI yang muncul setelah vaksinasi jauh lebih ringan dibandingkan jika terkena COVID-19 atau komplikasi yang disebabkan oleh virus COVID-19. Penerapan protokol kesehatan dan vaksinasi merupakan cara yang paling tepat untuk keluar dari pandemi COVID-19.
Dengan Munculnya KIPI setelah vaksinasi menandakan bahwa vaksin sedang bekerja di dalam tubuh dimana sistem daya tahan tubuh sedang belajar cara melindungi diri dari penyakit. KIPI umumnya bersifat sementara dan akan hilang dengan sendirinya dalam beberapa hari. KIPI setelah vaksinasi COVID-19 yaitu :
Demam ditandai dengan suhu
tubuh diatas 37,80C, sakit kepala atau nyeri otot, Mual atau muntah, Nyeri sendi, Menggigil, Nyeri pada lengan di tempat suntikan, Rasa lelah, Gejala mirip flu, menggigil selama 1-2 hari.
“Hal yang harus dilakukan jika terjadi KIPI setelah vaksinasi COVID-19 yaitu
Istirahat yang cukup, Minum air putih yang cukup, jika perlu minum obat penurun panas sesuai dosis yang dianjurkan. Apabila terdapat rasa nyeri di tempat suntikan tetap gerakan dan gunakan lengan seperti biasa, Kompres bagian yang nyeri menggunakan kain bersih yang dibasahi air dingin jika demam muncul lebih dari 48 jam setelah vaksinasi atau berlangsung lebih lama dari 48 jam, lakukan isolasi mandiri dan lakukan tes COVID-19.
Jika keluhan tidak berkurang tetap tenang, dan hubungi petugas kesehatan di nomor kontak yang tertera pada kartu vaksinasi. Tutupnya Sunarti. (ilon)
JNewstv.com Berita Fakta & Realita