Home / Jnews Malut / Kab. Halut / Speedboat Bantuan Kementeriam KPDT Untuk Warga Loloda Kepulauan Tajangkar Di Pantai Dufa-Dufa Tobelo

Speedboat Bantuan Kementeriam KPDT Untuk Warga Loloda Kepulauan Tajangkar Di Pantai Dufa-Dufa Tobelo

JNewstv.com | Tobelo.
Speedboad bantuan Kementerian KPDT , bagi warga masyarakat di Kecamatan Loloda Kepulauan sejak 2013 lalu hingga kini tidak dibterima oleh Warga Loloda Kepulawan.

Padahal Speedboad tersebut sudah diberikan oleh pemerintah pusat dan sudah diterima oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Halut.

Warga masyarakat Loloda Kepulauan mempertanyakan kenapa sampai Speedboad tersebut tidak langsun di berikan kepada warga di Kecamatan Loloda ?   Karena ini bantuan dari pemerintah pusat yang bersuber dari Dana Alokasi Khusus (DAK)  2013, yang tak kunjung di berikan oleh Deky Tawaris hingga,  kala itu menjabat sebagai kepala BAPEDA.

Mantan Camat Loloda Utara, Risal Hamanur, saat di konfirmasi,  kepada sejumlah wartawan membenarkan bahwa bantuan speedboat tersebut diminta melalui proposal ke pemerintah pusat untuk membantu masyarakat sebagai sarana transportasi antar pulau.

Bantuan ini, lanjut Risal, sudah ada sejak   2013 lalu,  namum tudak langsun diberikan krpada masyarakat Loloda Kepulauan, malah di tahan oleh pihak Bappeda Halut/ Deki Tawaris, dengan alasan bahwa operasional/pembiyayaan speedboat sangat besar,  sehingga ditahan untuk kepentingan operasional di Bappeda.

Padahal Bupati saat itu Hein Namotemo,  sudah memerintahkan untuk langsung diberikan kepada masyarakat di kecamatan Loloda Kepulauan dan hingga saat ini Speedboad tersebut tidak diketahui keberadaanya.

“Teman-teman tolong cari tahu keberadaan speedboat ini. Pasalnya, informasinya nama speed Ngara Mabeno sebagai nama yang dipakai sudah dihapus dan diduga dipakai untuk kepentingan lain,” pintanya.

Sementra itu Deky Tawaris, saat dikonfirmasi sejumlah awak media menjelaskan bahwa, memang benar Speedboad tersebut adalah bantuan Kementerian KPDT.

Menurut Deky,  Speedboad itu tidak diserahkan kepada masyarakat Kecamatan Loloda,  karena.

Pertama, ada tidak sesuaian antara Body Speedboad dengan mesinya.

Kedua,  Biaya operasional sangat besar dan tidak tersedia dalam APBD.

Ketiga, Ada rekomendasi melalui pembahasan di usulkan ada penyesuaian Body oleh BAPEDA akan tetapi tidak tersedianya anggaran.

Dan Speedboad tersebut adalah tanggung jawab Kementerian, dan saat ini Speedboad tersebut dalam keadaan rusak dan karam dipantai Dufa-dufa Tobelo ” Aku Deky. (Roby)

About jnews

Check Also

Tembus Banjir Kini Desa Salube Punya ‘Jembatan Merah Putih Polri’ yang Megah

JNewstv.com | HALMAHERA UTARA – Jum’at 06 Maret 2026. Ingatkah Anda dengan sebuah video viral …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


*

HUT Bhayangkara-74 Kompi 1 Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Malut

Ucapan HUT BHAYANGKARA 74 Dari FPII