Home / Berita / Suporter Bola Berujung Perkelahian Antar Kampung Tomalou dan Mareku di Tidore

Suporter Bola Berujung Perkelahian Antar Kampung Tomalou dan Mareku di Tidore

JNewstv.com | Tidore — Terjadi perkelahian dan lempar batu antara pendukung Club Bola Poram Mareku dan pendukung Club Bola Pusam Tomalou setelah selesai bermain Laga Pertandingan bola di Gurabati Open Turnament antara Poram Melawan Club Bola dari Kampun Rum, saat Poram kembali pulang sehingga menyebabkan kemacetan di perbatasan antara kampung Tuguwiha dan Tomalou yang mengakibatkan beberapa suporter dan dua orang pemain Poram yaitu Ichlasul Qodri terkena pukulan dari pendukung Pusam dan Firman Djafar mengalami memar dikaki kanan karena terkena lemparan batu. Selasa (30/05/23)

Kejadian berlangsung mulai pada pukul 19.00 WIT mengakibatkan beberapa rumah tidak luput dari lemparan batu dari kedua bela pihak yang sedang bertikai. Mengakibatkan kerusakan yaitu pecahnya kaca rumah karena terkena lemparan batu dan beberapa rumah yang rusak karena terkena lemparan batu.

Menurut informasi yang berhasil dihimpun dari kedua kubu yang bertikai, menurut keterangan dari seorang pendukung Poram yang tidak mau disebutkan namanya saat dilokasi, bahwa perkelahian terjadi karena dipicu dari tindakan pemukulan yang dilakukan oleh pendukung Pusam Tomalou kepada pemain Poram Mareku yang selesai sholat magrib di mesjid.

“Torang pe pemain masuk sembahyang melakukan sembahyang magrib, pas selesai sholat, dan pas keluar dari mesjid langsung dapa pukul dari pendukung Pusam Tomalou, makanya torang tara puas”. Tutur sumber yang tidak mau disebutkan namanya

Sedangkan keterangan dari pihak pendukung Pusam Tomalou saat di konfirmasi menjelaskan bahwa, pemicu dari perkelahian antara pendukung Pusam dan Poram tersebut, karena disebabkan oleh saling ejek mengejek antara suporter Poram Mareku dan suporter Pusam Tomalou. Saat suporter poram melewati perkampungan tomalou.

“Dorang (suporter poram) lewat konk bataria sambil ejek torang. Maka torang terpancing emosi konk dia jadi sudah”. Tutur seorang suporter pusam yang juga tidak mau namanya di beritakan

Sedangkan menurut Kapolresta Kota Tidore Kepulauan, Kombes (Pol) Yury Nurhidayat, kepada wartawan JNewstv.com menjelaskan. “Kami dari pihak kepolisan akan melakukan penyidikan, dan pihak kepolisian memanggil pihak-pihak terkait dari kedua bela pihak, untuk melakukan mediasi kepada kedua bela pihak di Polresta Tidore pada hari Rabu 31 mei 2023, pukul 10.00 WIT” Ucapnya

Pihak kepolisian meminta pihak panitia Gurabati Open Turnamen untuk berhenti sementara sampai masalah perkelahian antara pendukung Poram Mareku dan pendukung Pusam Tomalou diselesaikan. Dikarenakan kedua bela pihak masing-masing mengklaim sama-sama memiliki korban. Tuturnya

Menurut, Warga yang rumahnya terkena lemparan batu. Menjelaskan bahwa kejadian nya terjadi selepas sholat magrib. (Iber)

About jnews

Check Also

Pos Pengamanan Hutan di Wasile Selatan Ludes Terbakar, Warga Pertanyakan Pengawasan

Haltim, JNewstv.com — Keberadaan pos pengamanan kawasan hutan di Kecamatan Wasile Selatan, Halmahera Timur, kembali …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


*

HUT Bhayangkara-74 Kompi 1 Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Malut

Ucapan HUT BHAYANGKARA 74 Dari FPII