JNewstv.com | Malut, Ternate – Barisan Muda Makayoa (BMM), kelompok pemuda yang aktif menyuarakan isu sosial dan politik di Kota Ternate, menggelar aksi demonstrasi untuk mengawal pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang adil dan bersih di Ternate. Aksi ini bertujuan menyoroti dugaan pelanggaran yang melibatkan sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) yang diduga memberikan dukungan kepada salah satu calon walikota. Kamis (07/11/24).
Aksi demonstrasi yang disuarakan berlokasi di kantor Bawaslu Kota Ternate, Kelurahan Tanah Tinggi, Ternate Selatan sejak siang tadi. Dalam pernyataan sikapnya, BMM menilai bahwa proses Pilkada serentak ini adalah langkah penting untuk memperkuat demokrasi di tingkat lokal. Namun, mereka menyayangkan adanya indikasi keterlibatan ASN dalam politik praktis yang dinilai mencoreng nilai-nilai demokrasi. “Pilkada kali ini tidak berjalan sebagaimana mestinya, kami mendapati berbagai pelanggaran seperti pengrusakan atribut kampanye hingga keterlibatan ASN yang seharusnya netral,” ujar Fauji Muslim, Korlap aksi Barisan Muda Makayoa, pada Kamis (7/11/2024).
BMM menyoroti beberapa aturan yang mengatur netralitas ASN, antara lain Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin PNS, terutama Pasal 4 angka 12-15 yang dengan tegas melarang ASN terlibat dalam kegiatan yang mengarah pada politik praktis dalam Pilkada. Selain itu, netralitas ASN juga dijamin melalui UU Nomor 20 Tahun 2023 tentang ASN serta Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin PNS.
Dalam aksi ini, BMM mengajukan sejumlah tuntutan, di antaranya mendesak Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Ternate agar memanggil dan memeriksa beberapa pejabat ASN yang diduga terlibat dalam politik praktis, seperti Kepala Dinas Pendidikan Kota Ternate, Kasatpol PP, serta beberapa camat dan lurah.
“Kami berharap Bawaslu bertindak tegas dalam menelusuri keterlibatan oknum ASN tanpa harus menunggu laporan masyarakat,” tegas Fauji.
Lebih lanjut, BMM juga mengusulkan agar Bawaslu mengeluarkan surat rekomendasi larangan membawa alat elektronik seperti smartphone dan kamera ke dalam bilik suara untuk menghindari tindakan yang merugikan transparansi pemilu.
“Ini adalah bentuk keseriusan kami, Barisan Muda Makayoa, untuk memastikan Pilkada Kota Ternate berjalan sesuai dengan prinsip demokrasi. Kami ingin agar Bawaslu tidak mati suri dalam menjalankan tugasnya sebagai pengawas pemilu,” ujar Fauji menutup pernyataannya.
Aksi ini mendapat perhatian dari masyarakat Kota Ternate yang diimbau BMM untuk ikut mendukung Pilkada serentak dan memastikan proses pemilihan berjalan secara adil dan bersih tanpa ada intervensi dari pihak-pihak yang seharusnya netral.
Penulis : Yunda
JNewstv.com Berita Fakta & Realita