Home / Advetorial / Tangis dan Doa Mengiringi Kepergian Al Yasin Ali, Halmahera Tengah Kehilangan Sosok Pemimpin Panutan

Tangis dan Doa Mengiringi Kepergian Al Yasin Ali, Halmahera Tengah Kehilangan Sosok Pemimpin Panutan

HALMAHERA TENGAH, JNewstv.com — Kepergian Ir. H.M. Al Yasin Ali, M.MT., meninggalkan luka mendalam bagi masyarakat Halmahera Tengah. Lima hari setelah berpulang, namanya kembali disebut dalam suasana penuh haru. Bukan di tengah panggung kekuasaan, bukan pula dalam ruang pemerintahan, tetapi di antara lantunan dzikir dan doa yang dipanjatkan untuk seorang tokoh yang pernah mengabdikan hidupnya bagi daerah.

Aula Salahuddin bin Talabuddin, Weda, Rabu (19/8/2026), menjadi saksi bagaimana masyarakat dan jajaran Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah mengenang sosok Al Yasin Ali. Dzikir dan doa bersama digelar sebagai penghormatan sekaligus ungkapan duka atas wafatnya mantan Bupati Halmahera Tengah dua periode tersebut.

Suasana khidmat menyelimuti ruangan. Lantunan dzikir menggema, sementara doa dipanjatkan agar seluruh amal ibadah almarhum diterima Allah SWT dan mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya.

Kepergian Al Yasin Ali seakan meninggalkan pertanyaan besar sekaligus kesunyian bagi daerah yang pernah dipimpinnya.

Sebab, selama bertahun-tahun, namanya tidak dapat dilepaskan dari perjalanan pemerintahan dan pembangunan Halmahera Tengah.

Dua Periode Memimpin, Jejaknya Masih Terlihat

Al Yasin Ali bukan figur yang asing bagi masyarakat Halmahera Tengah. Ia pernah dipercaya memimpin daerah tersebut selama dua periode, yakni 2007–2017.

Sepuluh tahun berada di pucuk pemerintahan membuat sosoknya menjadi bagian dari perjalanan panjang Halmahera Tengah. Setelah menyelesaikan masa pengabdiannya sebagai bupati, kiprahnya berlanjut di tingkat Provinsi Maluku Utara.

Ia kemudian dipercaya menjadi Wakil Gubernur Maluku Utara periode 2019–2024.

Kini, seluruh jabatan itu tinggal sejarah.

Yang tersisa adalah nama, kenangan, karya, serta doa dari orang-orang yang pernah mengenalnya.

Ikram: Beliau Bukan Sekadar Mantan Bupati

Bupati Halmahera Tengah Ikram Malan Sangadji menyampaikan penghormatan mendalam terhadap almarhum. Menurutnya, Al Yasin Ali merupakan pemimpin sekaligus tokoh pembangunan yang memberikan kontribusi besar bagi daerah.

Ikram bahkan menyebut almarhum sebagai figur bapak dan panutan bagi masyarakat Halmahera Tengah.

“Beliau adalah sosok yang meninggalkan banyak karya nyata bagi daerah ini. Dedikasi dan pengabdian beliau akan selalu dikenang oleh masyarakat Halmahera Tengah,” kata Ikram.

Pernyataan itu menjadi gambaran betapa kuatnya posisi Al Yasin Ali dalam ingatan masyarakat.

Sebab, seorang pemimpin pada akhirnya tidak hanya dikenang karena jabatan yang pernah disandangnya. Ia akan dikenang dari apa yang ditinggalkannya setelah kekuasaan berakhir.

Dan bagi Al Yasin Ali, perjalanan itu telah menghasilkan jejak yang menurut pemerintah daerah patut dikenang sebagai bagian dari sejarah pembangunan Halmahera Tengah.

Ketika Jabatan Berakhir, Doa yang Berbicara

Di masa hidupnya, Al Yasin Ali pernah berada di tengah pusat pengambilan keputusan. Ia pernah memegang amanah sebagai bupati dan wakil gubernur.

Namun, di hadapan kematian, seluruh atribut kekuasaan itu tidak lagi berarti.

Tidak ada lagi jabatan. Tidak ada lagi protokoler. Tidak ada lagi ruang kekuasaan.

Yang tersisa hanyalah amal dan doa.

Pesan tersebut turut mengemuka dalam tausiah yang disampaikan Ustaz Bilal. Seluruh peserta diajak untuk senantiasa mendoakan almarhum agar amal ibadahnya diterima dan memperoleh tempat terbaik di sisi Allah SWT.

Pemimpin Pergi, Pengabdian Ditinggalkan

Dzikir dan doa bersama itu dihadiri Bupati Ikram Malan Sangadji, Wakil Bupati Ahlan Djumadil, Sekretaris Daerah Bahri Sudirman, jajaran Forkopimda, pejabat di lingkungan Pemkab Halmahera Tengah, TP-PKK, Dharma Wanita Persatuan, tokoh agama, serta tokoh masyarakat.

Kehadiran berbagai unsur tersebut memperlihatkan bahwa kepergian Al Yasin Ali bukan sekadar kehilangan sebuah keluarga.

Ia menjadi kehilangan bagi sebuah daerah yang pernah menjadi bagian penting dari perjalanan hidupnya.

Halmahera Tengah kini melanjutkan perjalanan tanpa sosok yang selama bertahun-tahun pernah berdiri di barisan terdepan pemerintahan.

Tetapi sejarah tidak pernah benar-benar menghapus seseorang yang telah meninggalkan pengabdian.

Nama Al Yasin Ali akan tetap disebut ketika masyarakat mengenang perjalanan panjang pembangunan Halmahera Tengah.

Ia telah pergi dari dunia. Namun, jejak pengabdiannya masih tinggal.

Dan ketika suara dzikir perlahan mereda, satu hal tetap menggema di hati mereka yang hadir:

seorang pemimpin boleh meninggalkan jabatan, tetapi karya dan pengabdiannya dapat terus hidup dalam ingatan masyarakat.

Selamat jalan Al Yasin Ali. Semoga Allah SWT mengampuni segala khilaf, menerima seluruh amal ibadah, melapangkan kubur, serta menempatkan almarhum di tempat terbaik di sisi-Nya.

Innalillahi wa inna ilaihi raji’un.

 

Redaksi: Ilham Husen

About jnews

Check Also

Sekda Haltim Ricky Hadapi Inflasi Maluku Utara Capai 5,72 Persen, Gunakan Empat Strategi Pengendalian Harga

HALMAHERA TIMUR, JNewstv.com — Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) memperkuat langkah pengendalian inflasi daerah menyusul …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


*

HUT Bhayangkara-74 Kompi 1 Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Malut

Ucapan HUT BHAYANGKARA 74 Dari FPII