JNewstv.com. Halmahera Barat_ Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Perindakop) Kabupaten Halmahera Barat gelar Inspeksi Mendadak (Sidak) di Pasar Rakyat Jailolo pada Kamis (10/7/2026). Langkah antisipatif ini diambil guna mengontrol dan mengoptimalkan penerapan Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng bersubsidi khususnya merek MinyaKita, yang mulai mengalami variasi harga di tingkat pedagang.
Dalam sidak tersebut, tim menemukan adanya disparitas harga MinyaKita berukuran 1 liter yang dijual berkisar antara Rp24.000 hingga Rp25.000. Perbedaan harga ini dipicu oleh jalur distribusi yang berbeda di tingkat pedagang. Sebagian pedagang mendatangkan stok langsung secara mandiri dari Surabaya, sementara sebagian lainnya membeli dari toko grosir lokal di daerah setempat.
Kepala Dinas Perindakop Halmahera Barat, Zevanya Murary, mengatakan bahwa pihaknya akan terus memperketat pengawasan di lapangan. Fokus utama Perindakop saat ini adalah memastikan harga MinyaKita di tingkat konsumen kembali stabil sesuai dengan ketentuan HET yang ditetapkan pemerintah.
“Kami terus mengontrol situasi ini dan fokus utama kami adalah menjaga stabilitas harga HET. Jalur rantai pasok akan kami urai agar tidak ada pihak yang mengambil keuntungan di luar batas kewajaran,” ujar Evan di sela-sela peninjauan.
Sidak ini dipimpin langsung oleh Kadis Perindakop Zevanya Murary bersama jajaran Satuan Tugas (Satgas), yang terdiri dari Kepala Bidang Perdagangan Nelson Liot, Kepala Metrologi Legal Mesak Uang, Kasubag TU Isnain Husen, serta Penyuluh Fungsional Perindustrian dan Perdagangan Mieske Kotta.
Di sisi lain, kerja keras jajaran Perindakop Halmahera Barat dalam menjaga ketersediaan pangan membuahkan hasil positif. Perindakop Halbar menerima apresiasi resmi dari Bank Indonesia (BI) atas capaian kinerja yang berhasil melampaui target selama periode Januari hingga Juni 2026.
Dalam forum Focus Group Discussion (FGD) bersama Perum Bulog, perwakilan Bank Indonesia menyoroti tingginya volume penyaluran MinyaKita ke wilayah Halmahera Barat. Bahkan, realisasi serapan pasokan Halbar tercatat sebagai yang tertinggi kedua di Maluku Utara setelah Kota Ternate.
“Kami sempat FGD bersama Bulog dan mendapati penyaluran MinyaKita ke Halbar tinggi banget, kedua setelah Ternate. Ini sangat luar biasa untuk Halmahera Barat yang sebenarnya tidak memiliki gudang Bulog, namun bisa memiliki volume penyaluran yang lebih tinggi dari Halmahera Utara yang memiliki fasilitas gudang Bulog,” ungkap perwakilan Bank Indonesia saat konfirmasi keberhasilan tersebut.
Pihak Bank Indonesia menyatakan ketertarikannya untuk mempelajari strategi taktis tim Perindakop Halbar agar pola keberhasilan distribusi dan logistik ini dapat direplikasi oleh kabupaten dan kota lain di Maluku Utara.
Menanggapi hal tersebut, Evan menyampaikan bahwa pencapaian ini merupakan buah dari komitmen dan kerja keras seluruh tim Perindakop di lapangan demi memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap terpenuhi dengan baik. (Aldy Ngofangare)
JNewstv.com Berita Fakta & Realita