JNewstv.com | JAKARTA. Para guru, dosen, atau stakeholder dunia pengajaran diwajibkan memahami empat hal dalam proses belajar mengajar menggunakan media daring di tengah kebijakan pemerintah untuk beraktivitas dari rumah (work from home) terkait pandemi covid-19.
“Capaian kompetensi, metode assessment, aktivitas pembelajaran, dan sumber ajar, harus dipahami para guru SMU/SMK dan dosen,” ujar Ir. Agung Sediyono MT PhD, dosen Jurusan Teknik Informatika Fakultas Teknologi Industri Universitas Trisaksi, Senin (2/8).
Sistem manajemen pembelajaran (LMS) Moodle, sambungnya, sebagai media sarana pembelajaran secara daring dengan berbagai pilihan kemanfaatan sejalan ke-4 pemahaman pengajar. Seperti Capaian Kompetensi digunakan untuk menentukan hasil akhir mata pelajaran.
Capaian pembelajaran diukur melalui metode assessment. disusul aktivitas pembelajaran untuk mensukseskan tercapainya kompetensi, dan sumber ajar dalam mendukung aktivitas yang sudah ditetapkan. Dimana aktivitas digunakan untuk kegiatan yang harus dilakukan siswa seperti mengerjakan soal ujian, kuis, atau diskusi. Sedangkan, sumber ajar dapat berupa buku, file, video, url atau gambar.
“Moodle menyediakan semuanya sehingga guru dapat mengukur capaian pembelajaran untuk setiap kompetensi akhir yang ditetapkan, sedangkan siswa dimudahkan karena tidak harus selalu bertatap muka dengan gurunya sehingga memperkecil kebutuhan kuota data internet,” ujarnya saat webinar Pelatihan Konten Web Untuk Guru SMU/SMK, Sabtu (31/7).
Webinar diikuti sekitar 100 peserta dari seluruh Indonesia mulai Aceh sampai Sulawesi Utara sebagai kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat yang diketuai Gatot Budi Santoso, dosen Teknik informatika bersama anggota Dian Pratiwi, Syaifudin, Syandra Sari, Dimas Mulya, Azzahra dan Jhon Sumaryoto, itu menggandeng SMU Said Na’um, Jakarta, diwakili Zulkarnaen.
Kampus Merdeka
Menjawab peserta webinar, Agung Sediyono menjelaskan Universitas Trisakti menerima hibah program kompetisi Kampus Merdeka dari Ditjen Dikti Kemendikbud hampir senilai Rp 5,5 milyar untuk program studi Teknik Industri Fakultas Teknologi Industri (FTI), Sipil (FTSP), & Perminyakan (FTKE).
“PKKM Kemendikbud (Kampus Merdeka, red) memberikan kebebasan mahasiswa pada seluruh Program Studi Usakti untuk belajar di luar kampus dalam dua semester sebagai pengenalan dunia kerja,” ujarnya didampingi dosen Informatika Trisakti, Gatot Budi Santoso, selaku moderator webinar. “Selamat semoga bisa dijalankan sesuai dengan yang direncanakan sehingga menambah kepercayaan publik terhadap Universitas Trisakti.”
Mendikbud Nadiem Makarim menyebutkan Merdeka Belajar bertujuan mendorong mahasiswa menguasai berbagai keilmuan untuk memasuki dunia kerja. Sementara Kampus Merdeka memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memilih mata kuliah yang akan mereka ambil.
Merdeka belajar dimaksud memberi kebebasan & otonomi kepada lembaga pendidikan, serta merdeka dari birokratisasi dimana dosen dibebaskan dari birokrasi berbelit serta mahasiswa diberikan kebebasan memilih bidang yang mereka sukai. (Nanda /red)
JNewstv.com Berita Fakta & Realita