
JNewstv.com | Labuha – Sebuah video viral yang menunjukkan dugaan aksi premanisme oknum Satpol PP di sebuah tempat hiburan keluarga di Halmahera Selatan memicu kecaman dari Gerakan Pemuda Marhaenisme.
Organisasi tersebut mendesak Bupati Halmahera Selatan, Hasan Ali Bassam Kasuba, untuk segera mengevaluasi dan mengambil tindakan tegas terhadap oknum yang terlibat.
Ketua Gerakan Pemuda Marhaenisme, Harmain Rusli, menyatakan kegeramannya atas insiden tersebut pada Minggu (23/6/2024).
“Kami akan menggelar aksi untuk mendesak Bupati Bassam Kasuba agar segera mengevaluasi serta mencopot oknum Satpol PP yang bersangkutan karena dinilai tidak layak sebagai seorang pamong praja,” tegasnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian tersebut terjadi di RAMA Karaoke, sebuah kafe keluarga di Desa Tomori, Kecamatan Bacan, Kabupaten Halmahera Selatan.
Video yang berdurasi 1,21 menit itu beredar memperlihatkan oknum Satpol PP yang datang secara tiba-tiba dan menghardik pemilik kafe dengan suara keras, sambil menunjuk-nunjuk.
“Tindakan tegas harus dilakukan secara humanis, manusiawi, dengan bahasa yang santun dan tidak menggunakan kekuatan yang berlebih-lebihan,” kata Harmain, mengkritik cara penertiban yang dilakukan.
Ironisnya, RAMA Karaoke diketahui belum beroperasi saat kejadian karena sedang menjalani sanksi dari pemerintah daerah.
Sanksi tersebut dijatuhkan setelah tempat hiburan itu kedapatan ada pengunjung yang membawa minuman keras dari luar.
Harmain menekankan bahwa seorang pamong praja dalam bertugas menegakkan aturan harus mengedepankan upaya persuasif dan mengutamakan sosialisasi terlebih dahulu.
“Selagi bisa dilakukan langkah-langkah persuasif, sosialisasi secara masif dipatuhi, maka penegakan dengan menggunakan upaya paksa merupakan jalan terakhir,” jelasnya.
Meski mengakui pentingnya penertiban peredaran miras, Harmain mengingatkan bahwa hal tersebut harus tetap memperhatikan prinsip penegakan secara persuasif yang sesuai dengan kebutuhan lapangan dan kultur masyarakat setempat.
“Menjadi seorang pamong praja yang profesional itu harus lebih mengedepankan etika dan moral, ketika diberikan tugas,” pungkas Harmain, seraya berharap Bupati Bassam Kasuba dapat segera mengambil tindakan tegas terhadap oknum yang diduga melakukan tindakan tidak profesional tersebut.
JNewstv.com Berita Fakta & Realita