Home / Berita / Wakil Gubernur Buka Acara Webinar Potensi Dan Pasar Ekspor Malut

Wakil Gubernur Buka Acara Webinar Potensi Dan Pasar Ekspor Malut

JNewstv.com | Sofifi, Tikep. Wakil Gubernur Maluku Utara,  M. Alyasin Ali M.MT membuka kegiatan Webinar “Potensi Dan Pasar Ekspor Maluku Utara” secara virtual melalui video conference, yang bertempat di ruang rapat Wakil Gubernur di Sofifi, Rabu (15/07/2020).

Kegiatan yang difasilitasi oleh Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Kota Ternate ini menghadirkan pembicara dari Atase Keuangan pada Kedutaan Besar RI di Hongkong,  Atase Keuangan pada Kedutaan Besar RI di Jepang,  Atase Perdagangan RI di India dan yang bertindak sebagai moderator adalah Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Kota Ternate.

Wagub M. Al Yasin Ali dalam sambutannya mengatakan selama kurang lebih tiga tahun terakhir (2017-2019) sektor pertambangan Provinsi Maluku Utara menyumbangkan surplus neraca ekspor/impor hingga mencapai sekira 54,11% dari total ekspor Maluku Utara, karena disebabkan adanya relaksasi ekspor bijih nikel pada awal tahun 2017. Namun seiring dengan dikeluarkannya kebijakan Pemerintah Pusat terkait pelarangan ekspor bijih nikel pertanggal 1 Januari 2020 tentu saja berdampak pada menurunnya nilai ekspor Maluku Utara terutama pada sektor pertambangan.

“Untuk mengatasi menurunnya nilai ekspor yang disebabkan adanya larangan ekspor bijih nikel, maka komoditas unggulan daerah lainnya seperti perikanan, pertanian dan perkebunan segera ditingkatkan produksi dan kualitasnya”, kata Yasin.

Yasin bilang,  pergerakan perekonomian daerah di Maluku Utara sebagian besar bersumber dari perekonomian rakyat yang bertumpu pada sektor Pertanian/Perkebunan, perikanan dan jenis hasil laut lainnya. Ketiga komoditi ini sebenarnya sudah menembus pasar ekspor, namun tidak terdata karena beberapa eksportir atau pengusaha melakukan ekspor komoditi tersebut melalui daerah lain diantaranya Surabaya dan Jakarta. Hal ini dilakukan karena dipicu oleh kurangnya infrastruktur yang mendukung setiap kegiatan ekspor seperti laboratorium penguji mutu barang dan sertifikasi barang.

“Untuk mengatasi persoalan ini yang dibutuhkan adalah sinergitas antara instansi-instansi terkait dengan para eksportir atau pengusaha sehingga segala kendala yang menjadi penghambat ekspor dapat diatasi”, ungkap mantan Bupati Halteng ini.

Selain itu kata Yasin, situasi ekonomi dunia yang sedang lesu dan kemudian diperburuk dengan adanya pandemi covid-19 adalah bagian tidak terpisahkan dari menurunnya nilai ekspor Maluku Utara. Namun ia berharap kondisi tersebut tidak menjadi penghambat untuk terus bergerak memperbaiki perekonomian daerah.

Sekadar diketahui dalam kegiatan webinar ini wagub didampingi secara virtual oleh Dinas terkait yakni Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas ESDM,  Dinas Pertanian, dan Dinas Koperasi dan UKM. (Kemal/Ray)

About Redaktur

Check Also

Pos Pengamanan Hutan di Wasile Selatan Ludes Terbakar, Warga Pertanyakan Pengawasan

Haltim, JNewstv.com — Keberadaan pos pengamanan kawasan hutan di Kecamatan Wasile Selatan, Halmahera Timur, kembali …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


*

HUT Bhayangkara-74 Kompi 1 Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Malut

Ucapan HUT BHAYANGKARA 74 Dari FPII