JNewstv.com | Halsel
warga menduga Kepala Desa(Kades) kupal kecamatan bacan selatan, kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) tidak transparan dalam anggaran Penyediaan fasilitas pencegahan penyebaran corona virus desiace (Covid-19). Pasalnya anggaran sebesar 50 juta rupiah yang diperuntukan tidak sesuai yang ada dilapangan. (29/04/2020)
Hal ini di benarkan salah satu warga Desa kupal, yang tidak mau disebut namanya kepada wartawan Jnewstv, bahwa pembelajaan dengan total paguanggaran pengadaan Alat cuci tangan sebesar 17 juta rupiah,namun kenyataannya tidak sesuai dengan kondisi dilapangan. Hal ini dikatakan oleh salah satu warga yang tidak mau disebutkan namanya saat ditemui oleh JNewstv.com.
Warga tersebut mengatakan bahwa saat ini ,Alat Cuci Tangan yang ada dilapangan hanya 4 buah dan itu harga perbuah Rp, 50 ribu. ” Pengadaan itu tidak sesuai dengan daftar pagu anggaran yang telah di tentukan, misalnya, kita lihat dalam daftar, salah satunya adalah Alat cuci tangan dengan besaran harga 17 juta rupiah,tapi yang di belanjakan adalah 4 buah alat cuci tangan, dengan harga perbuah Rp, 50 ribu, inikan tidak masuk di akal dan harus dipertanyakan”. ungkapnya.
Sementara itu Kades Kupal, Sanusi La Riaga, saat di konfirmasi jnewstv, via telpon menjelaskan bahwa ini hanya kekeliuran terhadap informasi saja, sebenarnya anggaran yang di belanjakan belum secara totalitas karena mengantisipasi hal-hal lain kedepan, maka anggaran tersebut tidak harus di habis belanjakan saat ini. “Kita harus memanagemen anggaran karena virus ini belum pasti kapan akan berakhir, mungkin 2-3 bulan kedepan masih berlanjut, sehingga kita perlu mengantisipasi hal tersebut” jelas Sanusi.
Sanusi menerangkan bahwa pihaknya akan menyiapkan semua kebutuhan kesehatan warga, dalam rangka mempercepat pencegahan penyebaran corona virus tersebut, salah satunya memperbanyak masker, menyiapkan alat cuci tangan dan kebutuhan yang lainnya. “Soal pemerataan penyediaan masker kepada warga masyarakat di Desa Kupal, belum sepenuhnya di bagikan akan tetapi kami akan sediakan itu, mohon ada kesabaran dan pengertiannya dari masyarakat,” terangnya.
Lanjut dia, anggaran sebesar 50 juta itu memang untuk penyediaan fasilitas kesehatan masyarakat, namun kita harus meminimalisir anggaran itu, karena ada beberapa hal yang perlu kita lihat disini, misalkan Honor petugas Satgas covid-19 Desa kupal, konsumsi, alat cuci tangan, Alat pelindung diri (APD) dan lain-lain. ” Itu semua telah di atur dalam anggaran 50 juta itu, sehingga kita harus lebih mengantisipasi akan hal ini,” tutupnya. (Ardi /red)
JNewstv.com Berita Fakta & Realita