JNewstv | Labuha – Dua anggota Polres Halmahera Selatan (Halsel) dikeroyok massa saat menyelidiki kasus orang hilang di Desa Yaba, Kecamatan Bacan Barat Utara, Maluku Utara.
Kedua polisi tersebut mengalami luka-luka serius akibat pengeroyokan yang terjadi di kantor desa setempat.
“Kami dikeroyok sekitar 50 orang di kantor Desa Yaba,” kata salah satu korban, Bripka Zulfitrah Sangadji, Senin (20/1/2025).
Kronologi kejadian bermula saat Bripka Zulfitrah dan rekannya Bripda Reza Pratama mendapat informasi bahwa ibu Reza, Evalina Joy Troma, dipukul oleh warga bernama Eli Wahai.
Kedua polisi itu langsung menuju kantor desa untuk memediasi masalah tersebut.
“Kami sedang menunggu kedatangan kepala desa dan Babinsa. Eli Wahai menawarkan diri memanggil ibu kades, tapi malah berteriak-teriak di jalan mengajak warga untuk memukuli kami dengan mengaku telah dipukul polisi,” ujar Zulfitrah.
Tak lama berselang, sekitar 50 warga mendatangi kantor desa dan langsung mengeroyok kedua polisi tersebut menggunakan tangan kosong, kayu balok, batu, dan benda tumpul lainnya.
Akibat pengeroyokan itu, Bripka Zulfitrah mengalami luka robek di kepala yang membutuhkan 5 jahitan, bengkak di belakang kepala, luka di lutut, bibir pecah, dan memar di wajah.
Sementara Bripda Reza mengalami bengkak di pipi kanan dan luka memar di mulut.
Polisi sudah mengidentifikasi empat terduga pelaku, yakni Tangki Wahai, Eli Wahai, Johan Wahai, dan Orsan. Keempatnya diduga kuat terlibat dalam pengeroyokan tersebut.
(Red/ifan)*
JNewstv.com Berita Fakta & Realita