Home / Berita / Berdayakan SDM Lokal Sandri Sanangka Targetkan Bisa Menyuplai Kebutuhan PT. WP

Berdayakan SDM Lokal Sandri Sanangka Targetkan Bisa Menyuplai Kebutuhan PT. WP

JNewstv.com | Halsel. – Selain menuai hasil Bumi ditanah pulau Obi induk PT. Wanatiara Persada (WP) juga mengelola Sumber Daya Manusia (SDM)yang ada di Kepulauan Obi dengan menciptakan lapangan kerja melalui program pemberdayaan tani Budidaya tanaman hydroponik non organik yang sementara dilakukan uji coba.

Hal tersebut disampaikan Manejer CSR PT. Wanatiara Persada Desa Laiwui Kecamatan Obi kepada Jnewstv.com, Kamis, 09/04/2020 berkisar pukul 17:28 WIT.

“Perusahaan PT. WP saat ini terfokus dengan dua bidang yakni Pertanian dan Peternakan untuk menjawab kebutuhan Perusahaan memberdayakan Sumber Daya Manusia yang ada di Pulau Obi untuk membudidayakan tanaman hydroponik non organik, khususnya di Desa Laiwui dengan harapan masyarakat Lokal dapat mempelajari cara pengembang biakan tanaman ini dalam suhu yang relatif kemudian Soal ternak saat ini kita lagi buat ternak ayam serta tanaman sayur yang sudah ada sifatnya perkebunan biasa” Ujar Sandri.

Menurutnya Perusahaan dalam memandu atau menggarap tanaman hydroponik yang diproses saat ini, masih Uji coba dan ini lahan uji coba kita untuk membuat tanaman hydroponik non organik tanpa harus lahan yang besar cukup dengan lahan kecil tapi bisa menghasilkan panen yang maksimal dan tidak terlalu rumit dalam bagaimana mengelola itu dan kita fokuskan dua bidang itu, karena dalam amatan kita hasil tangkap Nelayan masih cukup bagus (bahari).

” Tapi, kita juga nantinya akan membentuk kelompok Nelayan yang saat ini masih diramu, diprogramkan, dan mungkin 5 sampai 6 bulan kedepan baru kita bisa jalan untuk perikanannya dan ini juga merupakan target Perusahaan dalam memberdayakan Masyarakat Lokal Selain itu, keterlibatan Pengelolaan atau Pemberdayaan dua bidang yang perusahaan melibatkan langsung kelompok yang terdiri dari masyarakat lokal yang sudah dibentuk dan mempunyai kemampuan serta pengalaman dalam beternak maupun tani” Pungkasnya.

Sandri juga mengungkapkan bahwa, pihak perusahaan menargetkan hasil pertanian maupun peternakan sendiri akan disuplai ke perusahaan guna memenuhi kebutuhan sehari-hari karyawan yang ada disana sehingga kebutuhan akan lauk pauk tidak lagi kita suplai dari luar Maluku Utara pada umumnya dan Halmahera Selatan Khususnya dan apabila perkembangan Budidaya maupun Ternak ini mengalami kemajuan sehingga kita kelebihan stock baru kita suplai ke pasar lokal.

Selain itu ketua kelompok pengelolaan pertanian Yusran Gais mengatakan sebelumnya sudah ada kordinasi langsung dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) kemudian perusahaan bersama kelompok tani mengepas kembangkan tanaman hiydropolin melalui hasil penelitian selama di IPB.

” Sejauh ini kebanyakan masyarakat tani dalam mengembangkan tanaman hydropolin dengan skala industri berkapasitas panen besar rata-rata di dataran tinggih, namun kali ini pihak perusahaan Wanatiara Persada bersama kelompok tani mencobanya di dataran rendah dan ini merupakan pertama kalinya di Maluku Utara,” terangnya.

Sebelumnya kata Yusran hal tersebut melalui program CSR PT. Wanatiara Persada di bidang pertanian. Dengan program tersebut masyarakat mengembangkan kelompok tani dengan melakukan peternakan.

” Jadi hal ini melalui program CSR yang kita ambil yaitu program pemberdayaan tanaman non organik tanpa menyentu bahan kimia. Dan dari tahap pembangunan sudah tiga bulan kemudian penanaman sendiri sudah jalan dua minggu namun kami targetkan usia panen dalam waktu 24 hari karena dia dua kali lipat dengan penanaman biasanya di tanah” Pungkasnya.

Lanjut Yusran, “dengan kapasitas bangunan 11 x 22 meter ini kita bisa menghasilkan panen sebanyak dua (2) Ton sayuran dan dari hasil pantauan kami dapat diketahui setiap harinya terjadi perubahan pada pertumbuhan kemudian kalo untuk perbandingan dengan petani profesional sangatjauh karena yang pertama disini suhunya tidak sama kebutuhan asli dari tanaman ini Kemudian yang kedua hama juga bisa dihindari dan yang ketiga tanpa meggunakan bahan kimia tapi olahan murni,” tuturnya.

“Jadi tanaman rata-rata yang bisa dibudidayakan secara profesional yang sementara kita uji Coba ada Slada, Sawit putih yang biasa hidup dibawah suhu 25° (Derajat), kemudian anggur, apel, melon dan yang lain, saya sangat tertarik dengan program ini karena beberapa hal diantaranya maneger dari pihak perusahaan menempatkan tanaman yang tidak mengganggu penghasilan dari petani profesional dan ini sudah pasti akan diberdayakan oleh kelompok tani lokal yang ada disini karena dari hasil percabaan sudah bisa dipastikan kita berhasil dan Insya Allah akan kita kembangkan” tutupnya. (Nawir/Ibrahim)

About Redaktur

Check Also

Tidak Hanya Dapat Jadwal Yang Pasti, Masyarakat Makin Rasakan Kecepatan Pengukuran Tanah

JNewstv.Com | Bengkulu – Kepastian jadwal dan kecepatan proses jadi manfaat yang dirasakan masyarakat saat …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


*

HUT Bhayangkara-74 Kompi 1 Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Malut

Ucapan HUT BHAYANGKARA 74 Dari FPII