
JNewstv.com | Ternate. Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku Utara (KPwBI Malut) tetap berkomitmen menyiapkan kebutuhan uang tunai yang diperkirakan sebesar Rp 647,2 miliar pada Ramadhan dan Idul Fitti 1441H/2020. Hal ini dikatakan oleh Kepala kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku Utara, Gatot Miftakhul Manan kepada awak media melalui realesenya. (05/05/2020)
Gatot Miftakhul Manan mengatakan bahwa ketersedian tersebut untuk memenuhi kebutuhan uang tunai dalam rangka Ramadhan dan Idul Fitri serta kegiatam ekonomi pada saat pandemi Covid -19.
” Lonjakan kebutuhan uang tunai di prediksi pada minggu kedua bulan Mei 2020 dan puncaknya sepekan jelang lebaran,” ucapnya
Ia menjelaskan bahwa untuk membatasi penyebaran covid -19,Bank Indonesia menghimbau kepada masyarakat untuk menggunakan transaksi nontunai melalui digital banking, uang elektronik dan QRIS (QR Code Indonesia Standart).” Layanan penukaran uang kepada masyarakat disediakan melalui loket bank umum/syariah,” jelas Gatot
Gatot menerangkan bahwa BI menekankan kepada perbankan untuk memberikan layanan tetap disiplin sesuai protocol covid-19 berupa penggunaan masker,pemindaian suhu tubuh dan penerapan physical distancing. ” Penukaran uang diayani oleh 68 jaringan kantor bank di seluruh kabupaten/kota yang ada di Provinsi Maluku Utara terhitung dari 29 April sampai dengan 20 Mei 2020,” terangnya.
Tambah dia, BI menghimbau masyarakat agar selalu mematuhi protocol pencegahan covid-19, karena BI, Perbankan, Penyelenggara Jasa Pengelolaan Uang Rupiah (PJPUR) selalu memastikan uang higienis guna memitigasi penyebaran covid -19. ” Dalam rangka penyiapan dan layanan penukaran uang, BI menyusun strategi secara Internal dan eksternal, yaitu:
1. Menyediakan uang layak edar dan higienis melalui karantina uang selama 14 hari sebelum diedarkan,menyemprot disinfektan area perkasan sarana dan prasarana serta memerhatikan higienis SDM dalam mengelola uang.
2. Pendistribusian uang diseluruh wilayah kantor perwakilan Bank Indonesia secara nominal.dan pecahan,” papar Gatot.
Gatot melanjutkan bahwa dari sisi eksternal,BI berkoordinasi dengan PJPUR untuk :
1.menjaga ketersedian uang di Anjungan Tunai Mandiri (ATM) dengan kualitas baik dan jumlah yang cukup.
2.menyediakan layanan penukaran uang di loket perbankan.
3.memastikan pengelolaan uang dengan menerapkan aspek K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja).
(faisal/red)
JNewstv.com Berita Fakta & Realita