
JNewstv.com | JAKARTA
Bupati Agam, Sumatera Barat, Andri Warman, mengajak masyarakat Kubang Putih se-Jabodetabek untuk menyukseskan kampung halamannya menjadi Kampung Inggris sebagai upaya daya tarik kepariwisataan.
“Kami yakin warga Kubang Putih perantauan, yang jauh lebih banyak jumlahnya ketimbang Urang Kampung, juga menginginkan kemajuan kampung halamannya sebagaimana kota-kota di perantauan,” ujar Bupati Andri saat halal bihalal bersama Keluarga Kubang Putih se-Jabodetabek 2022 di Auditorium Mutiara, Komplek PTIK Polri, Melawai, Jakarta, Minggu (5/6).

Bagi Andri Warman, Kubang Putih menjadi sasaran blusukan di antara 82 Nagari & Perkampungan dalam mewujudkan visi-misi periode 2021-2024 melalui program Bupati Ngantor di Nagari alias Bunga Nagari.
“Bunga Nagari untuk melihat kebutuhan & keinginan (aspirasi) masyarakat dari berbagai sektor,” urainya
Program aspirasi itupun disambut tepuk tangan meriah dari seribuan warga Kubang Putih se-Jabodetabek dipandu aktor Tasman Taher dan penyanyi Rayola. Aplaus serupa juga diperdengarkan bergantian setiap sambutan dari Menparekraf Sandiaga Uno, Gubernur Mahyeldi Ansharullah, bahkan penceramah Ustadz Das’ad Latief, dalam acara bertema: Mangamehi Nan Taserak, Basamo Mangko Ka Bisa itu.

Permainan KIM
“Halaaaaah, tingga cie angko lai lah baganti,” gumam Haji Arlis Djamaan di tengah riuh sorak tetamu halal bihalal Ikatan Keluarga Kubang Putih, Sumatera Barat, di Auditorium Mutiara Komplek PTIK Polri, Melawai, Jakarta Selatan, Minggu (5/6).
Kekecewaan pengusaha Minang itu lantaran selangkah (baca satu angka) lagi akan memenangkan hadiah permainan Kesenian Irama Minang (KIM), yang menggunakan pantun & angka dalam lantunan musik dengan lagu gembira diselipkan penyebutan angka/nomor.
“Permainan KIM ini hiburan masyarakat Minang, dan selalu diadakan setiap perhelatan dengan daya tarik hadiah-hadiah dari panitia,” urai Arlis St Bandaro Panjang asal Jorong Kotobaru Simabue itu. “Kami memang sengaja datang HBH ini dari Ternate, Maluku Utara.”
Bagi Arlis Djamaan, juga ribuan warga asal 14 Jorong/Desa, Kecamatan Banuhampu, Kabupaten Agam, Sumbar, menjadi ajang menyambung silaturahim kekerabatan dalam halal bihalal Keluarga Kubang Putih se-jabodetabek pada 2022.

Kesenian Irama Minang atau KIM, bagi masyarakat perantau Minang, selalu menjadi idola setiap perhelatan silaturahim. Dimana setiap peserta yang menerima kupon kertas berisi angka 1 – 90 diselingi kotak kosong, konon, berdebar-debar menunggu angka keluar disebut pelantun lagu Minang, yang mengocok-kocok tabung berisi gulungan kertas angka.
“Pemenangnya itu setiap orang yang berhasil menderetkan lima angka atau nomor dalam satu baris. Ada juga bisa dua baris sampai tiga baris biasanya diiming-imingi hadiah besar,” ujar Rinaldi Rais, asal Kotobaru Simabue, yang mengaku senang bersilaturahim.
KIM dimaksud, seperti disebut Wikipedia, mulai 1968 diperkenalkan Ajo Kamal, Anasben & Metek Adel, di Pariaman, berasal dari Cina disebut Binggo oleh Kim Xiang Lee. Sejak 1992 Kim dikreasikan dalam musik hingga menjadi Kesenian Irama Minang atau kelompok berdendang oleh Indra Fidoz & Boy Metal diiringi organ tunggal.
“Keterangan Wikipedia itu berasal dari skripsi Julisman, 2018, mahasiswa Universitas Andalas, Sumatera Barat, berjudul Permainan Kim di Kota Padang,” urai Rinaldi Rais, yang juga penulis Catatan Tercecer RR itu. (Arief Muluk)
JNewstv.com Berita Fakta & Realita