
JNewstv.com | JAKARTA.
Penyanyi berpakaian adat Minang melantunkan lagu riang sambil mengocok-kocok tabung berisi gulungan kertas angka, sementara tetamu halal bihalal Ikatan Keluarga Kubang Putih, Sumatera Barat (IKKB) Sumbar, siap-siap mencontreng nomor yang disebut sang pelagu. Permainan dinamai Kesenian Irama Minang alias KIM.
Tak lama terdengar gumam satu tetamu di tengah riuh sorak peserta halal bihalal warga Kubang Putih, Kecamatan Banuhampu, di Auditorium Mutiara Komplek PTIK Polri, Melawai, Jakarta Selatan, Minggu (5/6).
“Halaaaaah, tingga cie angko lai lah baganti kupon,” gumam kecewa Haji Arlis Djamaan, pengusaha Minang itu lantaran selangkah (baca satu angka) lagi akan memenangkan hadiah permainan KIM, yang menggunakan pantun & angka dalam lantunan musik dengan lagu gembira diselipkan penyebutan angka/nomor.

“Permainan KIM ini hiburan masyarakat Minang, dan selalu diadakan setiap perhelatan dengan daya tarik hadiah-hadiah dari panitia,” urai Arlis St Bandaro Panjang asal Jorong Kotobaru Simabue itu. “Kami memang sengaja datang HBH ini dari Ternate, Maluku Utara.”
Bagi Arlis Djamaan, juga ribuan warga asal 14 Jorong/Desa di Kabupaten Agam, itu menjadi ajang menyambung silaturahim kekerabatan warga kampung di Jabodetabek. Tak tanggung-tanggung, acara yang dipandu aktor Tasman Taher & penyanyi Minang, Rayola, menghadirkan Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno, Gubernur Mahyeldi Ansharullah, Bupati Andri Warman, dan penceramah Ustadz Das’ad Latief.
“Mangamehi Nan Taserak, Basamo Mangko Ka Bisa menjadi tema,” sambung Christiyanti, anggota panitia, seraya menerjemahkan tema: membenahi yang terserak, bersama maka itu bisa.
KIM Padang
Bagi masyarakat perantau Minang, Kesenian Irama Minang atau KIM selalu menjadi idola setiap perhelatan silaturahim. Dimana setiap peserta yang menerima kupon kertas berisi angka 1 – 90 diselingi kotak kosong, konon, berdebar-debar menunggu angka keluar disebut pelantun lagu Minang, yang mengocok-kocok tabung berisi gulungan kertas angka.
“Pemenangnya itu setiap orang yang berhasil menderetkan lima angka atau nomor dalam satu baris. Ada juga bisa dua baris sampai tiga baris biasanya diiming-imingi hadiah besar,” ujar Rinaldi Rais, asal Kotobaru Simabue, yang mengaku senang bersilaturahim.
KIM dimaksud, seperti disebut Wikipedia, mulai 1968 diperkenalkan Ajo Kamal, Anasben & Metek Adel, di Pariaman, berasal dari Cina disebut Binggo oleh Kim Xiang Lee. Sejak 1992 Kim dikreasikan dalam musik hingga menjadi Kesenian Irama Minang atau kelompok berdendang oleh Indra Fidoz & Boy Metal diiringi organ tunggal.
“Keterangan Wikipedia itu berasal dari skripsi Julisman, 2018, mahasiswa Universitas Andalas, Sumatera Barat, berjudul Permainan Kim di Kota Padang,” urai Rinaldi Rais, yang juga penulis Catatan Tercecer RR itu. (Arief Muluk)
JNewstv.com Berita Fakta & Realita