Home / Berita / Dampak Kemarau Mengancam Petani Komoditi Pangan Lokal Kecamatan Patani Utara

Dampak Kemarau Mengancam Petani Komoditi Pangan Lokal Kecamatan Patani Utara

PATANI, JNewestv.com.- Musim Kemarau yang suda memasuki dua bulan, Petani lokal Panganan Komoditi Pala, Cengke dan Komoditi pangan Holtikultural seperti Cabai Desa Tepeleo Kecamatan Patani Utara Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng) Provinsi Maluku Utara Tampak mulai layu akibat kekurangan air, hasil panen telah mengalami penurunan. Selasa (04/08/26)

Berdasarkan laporan pelaku petani cabai Julfitra Jumain Selaku Kader Desa kepada Wartawan JNewstv.com.- Selasa 4 Agustus 2026. Bahwa kemarau kelompok komodita pangan lokal seperti pohon pala dan cengkeh kini daun dan batang terlihat layu karena kekurangan pasokan air, yang mengancam keberlangsungan pada perkembangan komoditi pangan lokal.

Selain itu Julfitra yang juga selaku Kader Desa dari Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD) Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) Mengatakan Program budidaya cabai di Desa Tepeleo dikelola oleh Kelompok Tani Woyo Myasang.

Untuk kelompok cabai dengan anggota kelompo mengelola lahan seluas sekitar satu hektare dengan jumlah tanaman mencapai 3.500 pohon cabai yang ditanam secara bertahap. Sistem tanam berjenjang diterapkan untuk menyesuaikan kebutuhan pasar sekaligus menjaga ketersediaan produksi.

Menurutnya pangan lokal Pasokan Cabai pada awal panen mencapai 23 kilogram dan panen ke dua, ke tiga hingga ke Empat itu mencapai 70 kilogram hingga 80 kilogram.

Julfitra juga mengatakan dengan musim Kemarau ini dapat mempengaruhi kondisi panen, karena daun dan batang cabai benar benar nampak layu.

Ia juga menambahkan bahwa pada musim kemarau ini bukan hanya berdampak pada Komoditi Holtikultura seperti cabai, tetapi komoditi pala dan cengkeh pun layu, akibat kurangnya pasokan air. Ujarnya

Jika kemarau ini berkepanjangan hingga tiga sampai lima dan enam bulan maka petani lokal suda tentu tidak mampu mempertahankan komoditi pangan lokal pala dan cengkeh, Pasokan Cabai ini bakal Gagal panen.

Julfitr Jumain Kader Desa Tepeleo kecamatan Patani Utara Berharap kepada pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Tengah melalui dinas Tehnis dan Pemerintah Propinsi hingga sampai Pemerintah Pusat yakni Kementrian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) agar dapat melihat keluhan petani lokal.

Ilham Husen

About jnews

Check Also

Wamen ATR/Waka BPN: Integrasi Data Hak, Tata Ruang & Nilai Tanah Jadi Kunci Tata Kelola Pertanahan

JNewstv.Com | Jakarta-Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (Wamen ATR/Waka BPN), …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


*

HUT Bhayangkara-74 Kompi 1 Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Malut

Ucapan HUT BHAYANGKARA 74 Dari FPII