JNewstv | Labuha – Program pembinaan petani PT Wanatiara Persada menunjukkan keberhasilan yang signifikan.
Dari total 135 petani binaan, kini 17 di antaranya telah berhasil menjadi pengusaha tani mandiri dengan inovasi produk bernilai tambah.
“Kami tidak hanya bertani secara konvensional, tapi juga mengembangkan produk-produk inovatif seperti madu sari kangkung dan madu sari kurma. Ini yang membuat usaha kami berbeda dan memiliki nilai jual lebih tinggi,” ujar Ketua Kelompok Tani Binaan PT Wanatiara Persada, Yusran Dais, Selasa (11/2/2025).
Yusran menjelaskan, kunci keberhasilan program ini adalah pendekatan yang mengedepankan inovasi dan kemandirian.
Para petani tidak hanya diajari cara bertani, tetapi juga dibekali kemampuan mengolah hasil tani menjadi produk bernilai tambah.
“Sejak 2015, kami telah mengembangkan berbagai inisiatif, termasuk pengembangan laboratorium untuk menciptakan produk-produk baru. Hasilnya, 17 petani binaan kini mampu mengelola usaha secara mandiri tanpa bergantung pada sistem kelompok,” jelasnya.
Kesuksesan program ini terbukti dari tingginya nilai transaksi di sektor pertanian.
Aktivitas perdagangan di Pelabuhan Kupal mencapai 30-32 kapal per bulan dengan nilai transaksi sekitar Rp 24 miliar.
“Kami ingin mengubah paradigma bahwa petani bukan sekadar pekerjaan alternatif terakhir. Dengan inovasi dan pengembangan pasar yang tepat, petani bisa menjadi pengusaha sukses,” tegas Yusran.
Melihat keberhasilan program ini, PT Wanatiara Persada kini memperluas jangkauannya melalui kerja sama dengan Polres Halmahera Selatan.
Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan MoU untuk program pengembangan pertanian bidang ketahanan pangan.
“Dengan perluasan program ini, kami berharap bisa melahirkan lebih banyak lagi pengusaha tani mandiri yang inovatif di Halmahera Selatan,” pungkas Yusran. (*)
JNewstv.com Berita Fakta & Realita