JNewstv.com | Halteng
Direktur LSM Gele – Gele, Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng) Husen Ismail menyayangkan dan mempertanyakan penolakan 17 anggota DPRD Halmahera Tengah (Halteng) adanya Surat Keputusan (SK) Pelantikan Sakir Ahmad sebagai Pimpinan Defenitif. Hal ini dikatakannya kepada JNewstv com. (26/04/2020)
Husen Ismail mengatakan bahwa dengan adanya penolakan dari 17 anggota DPRD Halteng ini artinya penundaan pelantikan Sakir Ahmad sebagai pimpinan defenitif di Kantor DPRD Halteng di jalan Trikora Bukit Loiteglas. ” Selain itu ada lagi surat penolakan sejumlah wakil rakyat yang dikirim ke DPP Partai Golkar di Jakarta,” ungkapnya.
Direktur LSM Gele – Gele ini menjelaakan bahwa Isi surat penolakan Sakir Ahmad sebagai pimpinan defenitif di DPRD Halteng itu dibumbuhi tanda tangan 17 anggota wakil rakyat kemudian dikirim ke DPP Partai Golongan Karya (Golkar) pada tanggal 22 Maret 2020 ditembuskan kepada Gubernur Maluku Utara di Sofifi, Dirjen Otonomi Daerah (Otda) Kemayoran di Jakarta dan Bupati Halteng di Weda.
” Surat penolakan sejumlah wakil rakyat yang dikirim ke DPP Partai Golkar itu dinilai tak berdasar dan apa yang disoroti itu tak sesuai dengan fakta dilapangan, justru itu sebaliknya,” jelas Husen.
Husen menerangkan bahwa dengan molor dan penundaan pelantikan Sakir Ahmad sebagai Ketua DPRD Halteng ini membuat warga Halteng berpikir dan secara terang benderang membuka cakrawala berpikir ada apa di balik ini semua…?.
” Kepada wakil rakyat yang diberikan kepercayaan untuk duduk.di dewan diminta warga masyarakat Halteng agar secepatnya memproses SK DPP Partai Golkar dan SK Penegasan Dirjen Otonomi Daerah yang menegaskan kepada DPRD Halteng untuk melantik Sakir Ahmad sebagai Ketua DPRD Halteng (defenitif),” tegasnya
Lanjut dia, sedangkan kepada 17 anggota DPRD Halteng yang menolak pelantikan Sakir Ahmad sebagai ketua defenitif itu tidak lebih cerdas dan pandai dari Jonatan Patapata.
” Langkah sejumlah wakil rakyat Halmahera Tengah ini sangat memalukan karena mereka telah ikut campur urusan partai lain tentu semua orang pasti akan tahu apa motif dibalik ini. Apakah ada A dibalik U,” tutup Husen. (Kemal Swedya)
JNewstv.com Berita Fakta & Realita