JNewstv.con Halmahera Selatan, 22 Agustus 2026 – Perkembangan aktivitas ekonomi di Pulau Obi turut membuka peluang pasar baru bagi pelaku usaha lokal. Di Desa Soligi dan Desa Kawasi, Kecamatan Obi Selatan, peluang tersebut dimanfaatkan masyarakat melalui usaha pengolahan pangan dan perdagangan kebutuhan sehari-hari.
Salah satunya dilakukan oleh Rumah Usaha Tangguh Ekonomi (RUTE) di Desa Soligi. Kelompok usaha yang dibentuk sejak 2021 itu mengembangkan produksi tahu dan tempe untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat, termasuk di sekitar kawasan industri.
Koordinator RUTE sekaligus warga asli Desa Soligi, Rusman Baharudin, mengatakan usaha tersebut pada awalnya dijalankan dengan penuh keterbatasan. Warga belum memiliki pengalaman dalam mengolah kedelai sehingga kerap mengalami kegagalan dalam proses produksi.
Namun, kondisi tersebut perlahan berubah setelah RUTE mendapatkan pendampingan dari tim CSR Harita Nickel. Melalui proses pembinaan dan peningkatan keterampilan, anggota kelompok akhirnya mampu menguasai teknik pengolahan kedelai dan menghasilkan produk dengan kualitas yang lebih baik.
“Produk kami tidak serta-merta diterima. Selalu ada uji kualitas yang ketat sebelum masuk ke dapur perusahaan. Alhamdulillah, berkat pendampingan, kualitas produk kami kini sangat baik dan selalu memenuhi Purchase Order (PO) perusahaan,” jelas Rusman, yang juga berprofesi sebagai guru PPPK.
Saat ini, RUTE mampu berproduksi sekitar delapan hingga sembilan kali dalam sebulan, dengan volume produksi berkisar antara 300 hingga 1.000 potong tahu setiap kali produksi.
Tidak hanya berorientasi pada produksi, kelompok tersebut juga memberikan ruang bagi perempuan, khususnya ibu-ibu yang menjadi kepala keluarga, untuk terlibat dalam kegiatan produksi dan memperoleh penghasilan.
Komitmen Rusman terhadap pengembangan usaha masyarakat juga diwujudkan dengan menghibahkan lahan warisan orang tuanya untuk pembangunan Rumah RUTE. Lahan tersebut berada cukup jauh dari permukiman sehingga dinilai lebih sesuai untuk kegiatan pengolahan kedelai yang memiliki aroma khas.
“Saya hibahkan lahan warisan orang tua agar memberi manfaat ekonomi dan menjadi tempat mencari nafkah bagi masyarakat. Harapan saya, ini menjadi amal jariyah untuk almarhum orang tua,” tuturnya.
Rusman berharap keterampilan yang telah dimiliki anggota RUTE dapat terus berkembang sehingga manfaat ekonominya semakin luas dan berkelanjutan.
Menurutnya, kelompok RUTE kini tidak hanya berupaya menjaga konsistensi kualitas produk untuk memenuhi kebutuhan perusahaan, tetapi juga mulai membuka peluang untuk memperluas pemasaran kepada masyarakat umum.
Dari Penjual Tomat Keliling hingga Kelola Toko Sembako
Geliat ekonomi di sekitar kawasan industri juga dirasakan Jani, perempuan asal Baubau yang telah lama bermukim di Desa Kawasi.
Jani mengawali usahanya dengan berjualan tomat secara keliling dari satu indekos ke indekos lainnya di kawasan permukiman lama Desa Kawasi. Ia sempat berencana membuka usaha gorengan sebelum akhirnya memilih mengembangkan bisnis sembako.
“Awalnya saya datang dari Baubau hanya coba-coba membawa tomat dan jualan keliling. Sempat juga berencana jualan gorengan, sebelum akhirnya beralih ke sembako,” kenang Jani.
Perubahan besar dalam perjalanan usahanya terjadi pada Agustus 2023. Melihat aktivitas ekonomi yang terus berkembang, Jani memberanikan diri menyewa sebuah ruko di Area Komersial Permukiman Baru Desa Kawasi dengan biaya sekitar Rp20 juta per tahun.
Keputusan tersebut kemudian membuahkan hasil. Pasokan sembako yang didatangkan dari Bacan, Ternate hingga Ambon mampu diserap pasar. Bahkan, penjualan minyak goreng di tokonya dapat mencapai ratusan kardus hanya dalam waktu satu hingga dua minggu.
“Di Desa Kawasi ini peluang ekonomi sangat terbuka bagi siapa pun yang ingin berusaha. Pendapatan bisa mencapai puluhan juta rupiah dalam sehari, bahkan hingga ratusan juta per bulan. Menariknya, di sini pembeli dari warga maupun pihak perusahaan selalu membayar tunai (cash),” ungkapnya.
Perkembangan usaha tersebut tidak hanya meningkatkan perekonomian keluarga Jani. Ia juga mampu membeli tanah sebagai investasi untuk masa depan anak-anaknya sekaligus membuka lapangan pekerjaan bagi warga sekitar.
Saat ini, Jani mempekerjakan delapan orang karyawan dengan upah harian antara Rp100 ribu hingga Rp150 ribu, atau sekitar Rp3 juta hingga Rp4,5 juta per bulan, ditambah konsumsi harian.
Peluang Ekonomi bagi Masyarakat Lokal
Kisah RUTE di Desa Soligi dan usaha sembako Jani di Desa Kawasi memperlihatkan bagaimana perubahan aktivitas ekonomi di Pulau Obi dapat menciptakan ruang baru bagi masyarakat lokal untuk mengembangkan usaha.
Peluang tersebut tidak hanya bergantung pada keberadaan pasar, tetapi juga membutuhkan kemampuan pelaku usaha untuk meningkatkan kapasitas, menyesuaikan produk dengan kebutuhan konsumen, menjaga kualitas, serta membangun akses pasar.
Bagi masyarakat Soligi dan Kawasi, geliat ekonomi di sekitar kawasan industri menjadi peluang untuk mengembangkan usaha secara mandiri sekaligus menciptakan lapangan pekerjaan.
Dengan peningkatan keterampilan, dukungan pendampingan, dan kemampuan membaca kebutuhan pasar, usaha-usaha lokal tersebut diharapkan dapat tumbuh secara berkelanjutan dan memberikan manfaat ekonomi yang semakin luas bagi masyarakat Pulau Obi. (*)
Foto dan Keterangan:
Ibu-ibu anggota kelompok Rumah Usaha Tangguh Ekonomi (RUTE) tengah memproses adonan kedelai untuk pembuatan tahu di Desa Soligi, Halmahera Selatan. (Dokumentasi: Istimewa).
Pekerja perempuan merapikan tahu segar hasil olahan kedelai dari kelompok Rumah Usaha Tangguh Ekonomi (RUTE) Desa Soligi, Halmahera Selatan. (Dokumentasi: Istimewa).
Tampilan tahu segar hasil olahan kelompok Rumah Usaha Tangguh Ekonomi (RUTE) Desa Soligi, Halmahera Selatan. (Dokumentasi: Istimewa).
JNewstv.com Berita Fakta & Realita