JNewstv.com | Tobelo.
Penyakit HIV AIDS, jadi Momok/Hantu yang menakutkan di Kabupaten Halmahera Utara.
Hal ini dibuktikan dengan grafik yang menanjak naik dari tahun 2010 hinga 2019 mencapai 713 penderita.
Hal ini disampaikan Sekertaris Komisi Penaggulangan Aids, Pdt. Jacob Soselisa, kepada sejumlah awak media. Sose, (sapaan akrap) menuturkan bahwa di tahun 2018, ada kurang lebih 629 orang penderita.
Sedangkan di Tahun 2019, KPA kembali menemukan 84 kasus yang terjangkit virus mematikan ini, yang penyebaranya hampir merata di 17 kecamatan di Halut.
Kami dari KPA berterima kasih dan memberikan apresiasi bagi para medis dengan Sumberdaya Manusia (SDM) yang tersedia di semua puskesmas yang ada dengan dukubgan alat kesehatan (Alkes) yang disiapkan oleh Pemerintah Daerah Halut, melalui RSUD dan Puskesmas.
Kasus HIV AIDS, ini bagaikan Fenomena Gunung Es, karena sampai saat ini sudah 713 orang penderita dan peningkatanya sangat drastis. Namun kasus yang di temukan penanganannya cepat karena kita sudah memiliki alat deteksi dini yang cukup memadai.
Saya yakin, didaerah lain di maluku utara, juga pasti memiliki permasalahan yang sama, tetapi mungkin belum terdeteksi.
Untuk penderita HIV sebanyak 713 orang, masih didominasi oleh Ibu Rumah Tangga (IRT) dengan jumlah sebanyak 328 orang, sedangkan AIDS sebanyak 385 orang.
Yang dinyatakn meninggal dunia sebanyak 87 orang yang telah terdata sejak 2010 silam. Sedangkan dari total penderita ini. ada juga usia anak-anak sebanyak 15 orang yang terjangkit HIV. Dan tercatat hanya 256 orang saja yang rutin mengonsumsi obat.
ketika di tanya terkaid dengan Pekerja Seks Komersial di lokalisasi areal TPI, Sose mengatakan bahwa. Untuk PSK, resiko penularan dan Jumlah kasus HIV AIDS, Sose, mengatakan bahwa untuk mereka penularannya masih minim karena mereka lebih tau cara proteksinya dan KPA bersama pihak terkaid selalu melakukan pemerikasaan bagi PSK maupun pekerja kafe.”Tutur Soselisa.(Roby)
JNewstv.com Berita Fakta & Realita