JNewstv.com | Tobelo. Menyikapi permaslahan Virus Corona/Covid-19, Kapolres Halmahera Utara AKBP. Yuyun Arief Kus Handriatmo. SIK. Msi, mengundang Organisasi Kemasyarakatan Pemuda di kabupaten halmahera utara. Senin 30/03/2020.
Kegiatan yang dilaksnakan di Ruang AMARTA Polrws Halut itu, dihadiri oleh3. Para Pimpinan OKP, diantaranya :
GAMKI – HALUT (Saudara Fridol Soroway)
GP ANSOR (Saudara Rio Fadel)
KNPI (Saudara Sefnat Ragaku)
LMND – DN (Saudara Robby Ewi)
BEM – UNIERA (Saudara Glefy Soroway)
GMKI (Saudara R. Kristo)
PMII (Saudara Risal Mumulati)
PEMUDA – GMIH (Saudara Nuel Sale)
SILVA (Saudara Brian Tahobi)
Sosial Distancing/Jaga Jarak, dilakukan dalam pertemuan antara Yuyun, bersama dengan seluruh pimpinan OKP.
Pada kesempatan tersebut kepada seluruh pimpinan OKP, Kapolres Yuyun Arif, menyamapaikan permasalahan bangsa ini lebih khusus kabupaten halmahera utara, di mana mewabahnya Virus Corona/Covid-19.
Dimana saat ini kabupaten halmahera utara, sudah terdapat 4 pasien dengan status Pasien Dalam Perawatan (PDP)dengan riwayat perjalanannya dari manado. 350 orang Menjalani Isolasi Mandiri. 46 orang satatus Orang Dalam Pemantauan (ODP).
Dengan adanya hal tersebut saya ingin agar kita bersatu dan memberikan pemahaman kepada masyarakat tanpa mengesampingkan Budaya disini, pada intinya semua himbauan Pemerintah, baik Pusat maupun Daerah kami harapkan agar di tindaklanjuti demi kepentingan semua pihak, karena kalau bukan kita yang berbuat siapa lagi, “Tutur Yuyun.
Memang saat ini hampir 90% Masyarakat sudah paham dan memberikan respon Positif namun ada pula yang berkaca dari beberapa Negara lainnya sehingga Lock Down menjadi solusinya.
Dengan demikian maka Desa yang kemudian menggunakan Konsep Lock Down sehingga Budaya dan karakteristik kehidupan masyarakat di wilayah ini sedikit menjadi perhatian.
Sekali lagi saya ingin medengar masukan dari teman teman OKP terkaid dengan permasalahan Covid-19.
Imanuel Sale, menyampaikan “bahwa Menyikapi perkembangan dan penyebaran Wabah Covid -19, sehingga aktifitas Kepemudaan khususnya GMIH untuk sementara ditiadakan, hal ini juga dapat dilihat bagi aktivitas peribadatan ditiap Gereja, dimana teknis peribadatan kemudian diatur kembali (Ibadah Keluarga), namun ada pula sebagian jemaat yang masih melakukan aktivitas peribadatan tentunya dengan memperhatikan jarak dan sterilisasinya. Apa hal teknis yang perlu kami lakukan bagi masyarakat.. ?”.
Sementara ketua GAMKI Halut Fridol Soroway, Menyampaikan, “Bahwa saat ini wilayah Halmahera Utara mengalami peningkatan mobilisasi masyarakat dimana anak daerah yang menjalani pendidikan diluar wilayah ini berbondong – bondong kembali, yang kami harapkan perlu ada pendampingan bagi mereka, sehingga masa dimana saat ini mereka sementara jalani tidak mempengaruhi Psykisnya”.
Sefnat Ragaku, “Apresiasi bagi pihak Kepolisian dan Satgas yang telah melakukan beberapa gerakan Pencegahan, selain Sosial Distancing perlu ada gerakan lainnya agar masyarakat tidak Panik dengan cara pendampingan bagi orang yang mengisolasi diri sendiri”.
Sementara itu ketua GMKI, Saudara R. Kristo, menambahkan “Perlu adanya data, terlebih khusus Akses keluar dan masuk masyarakat di Halamhera Utara, sehingga kita mudah untuk mendeteksi masyarakat yang berasal dari luar wilayah ini (Pisahkan sesuai dengan Desa dan Kecamatan) agar mudah dipantau. Perlu dibuat Grup kontak, agar kita dapat bahu – membahu dan saling memberikan informasi Positif demi mengantisipasi penyebaran Covid -19”.
Rio Fadel, GP ANSOR, “Perlu adanya fasilitasi terhadap pengadaan Masker serta dilakukan pemeriksaan kesehatan demi kenyamanan Masyarakat”.
Setelah mendengar masukan dari para Pimpinan Organisasi Kepemudaan, Kapolres Halmahera Utara kemudian menanggapi, diantaranya :
Kenapa harus dilakukan Sosial Distancing, cara ini untuk memutus mata rantai penyebaran. Kita Perlu adanya pola pikir dan pemahaman kita, sebagai contoh : oleh karena merebaknya Wabah Covid – 19, terdapat disintegrasi di Gereja, sehingga ada yang beribadah di rumah dan di Gereja, hal ini jangan sampai menjadi kontra produktif sebagai anti klimaks dari proses Pencegahan.
Budayakan Sosial Distancing, untuk itu perlu peran Pemuda Gereja untuk merasionalkannya.
Beberapa Kasus yang sembuh total oleh karena tingkat imunitasnya baik. Bagaimana dengan saudara kita yang merasa terkucilkan ? ini yang saya minta dari rekan – rekan sekalian dimana konsep pendampingan perlu dilakukan, sehingga mereka dapat menjadi bagian dari proses ini. Ingat Banyak kasus yg menularkan Covid – 19 tanpa ada gejala, Halmahera Utara aman apabila kita berjalan bersama.
Saya minta rekan – rekan menganalisa apa yg menjadi kelemahan kita sehingga wilayah ini terjadi peningkatan. Kepentingan masyarakat diutamakan, dan kami harap para OKP ada tindakan nyata bagi masyarakat.
Pencegqhan ini perlu ada keterlibatan semua pihak, karena seperti data anggota kami, tiap harinya terdapat ratusan ODP yang masuk di wilayah Halmahera Utara. Tolong rasionalkan kepada masyarakat bahwa Isolasi Mandiri bukan berarti Pembawa Virus, tetapi dengan cara isolasi mandiri merupakan salah satu cara demi memikirkan kepentingan masyarakat lainnya.
Kondisi Psykis yang menurunkan Imunitas Tubuh kita, sehingga kegiatan simpati Psykis agar secepatnya diatur oleh rekan – rekan, Saya berharap kreatifitas rekan – rekan ditunjukan, sehingga tidak ada bahasa terlalu Intervensi. Baiknya gunakan teknologi untuk bersosialisasi.
Sekali lagi bahwa, Konteks seperti mengisolasikan Desa jangan dibuat sebagai acuan masyarakat, saya harap Budaya disini tetap ada, namun hanya sedikit batasi aktivitas kita. Perlu proses pendampingan bukan hanya pasien tapi juga masyarakat, disini peran rekan – rekan dalam memberikan informasi bagi masyarakat. Tolong berdayakan Pemerintah Desa agar bisa dibantu, maksud isolasi bukan tidak bisa bersosialiasasi, dengan menjaga jarak merupakan salah satu pencegahan.
Dengan beramal kita akan lebih baik lagi, giat saat ini agar OKP berperan aktif bagi masyarakat. Saya harap semua berpartisipasi, jangan hanya menitik beratkan kepada kehadiran Polisi, namun peran pemuda, Tokoh dan Pemerintah (Kabupaten, Kecamatan dan Desa) perlu melakukan kinerja nyata. (Roby)
JNewstv.com Berita Fakta & Realita