JNewstv.com | Jakarta.
Masalah cangkul impor yang saat ini membanjir di Indonesia dan di pertanyakan soal tersebut oleh Presiden Joko Widodo saat Rakornas pengadaan barang/ jasa tahun 2019 di Jakarta Convention Center, Senayan.Pasalnya banyak keluhan dari para pengrajin cangkul domestik yang mulai merugi sehingga melemahkan ekonomi. (19/11)
Untuk itu Kementerian Perdagangan telah menyelidiki masalah tersebut. Hal ini di katakan Dirjen Perlindungan Konsumen & Tertib Niaga (PKTN) Kementerian Perdagangan, Veri Anggrijononya usai pembekalan pengendalian mutu barang & sinkronisasi mutu kinerja lembaga penilaian kesesuaian, kepada awak media. (19/11)
Veri Anggrijono mengatakan bahwa membanjirnya cangkul impor ini dipastikan ilegal dan importirnya masih diselidiki. “Kami diinformasikan Ditjen Perdagangan Luarnegeri baru sekali mengeluarkan ijin impor perkakas tangan setengah jadi berbahan plat baja dengan volume 400 ribu kg sepanjang 2019,” paparnya.
Sementara itu Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang mengakui bahwa berdasarkan hasil investigasi lapangan menyebutkan banyaknya beredar cangkul impor ilegal. Menyusul diungkapnya produksi pacul (cangkul) asal Industri kecil menengah itu 500ribu & 2,5 juta pacul dari industri besar untuk menutupi kebutuhan 10 juta cangkul/tahun.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Januari-Agustus 2019 impor cangkul/garpu cangkul mencapai US$ 93.155, dengan volume 210.575 Kg. Sedangkan data terbaru BPS, impor cangkul sepanjang Januari-September 2019 senilai US$ 101,69 ribu dengan total berat 268,2 ton. (Fudin)
JNewstv.com Berita Fakta & Realita