
Catatan Tercecer RR ke-38, Maret 2022
JNewstv.com | Jakarta
“Kami ijinkan.” Begitulah Allah Subhanahu Wata’ala berfirman sesaat Iblis memohon ijin ditangguhkan siksaan sampai Akhir Zaman dunia fana, yang berjanji merekrut masuk neraka bersama anak-cucu Nabi Adam Alaihissalam kelak.
Yah, kutukan Sang Khalik hanya karena perkataan “merasa” lebih baik dirinya yang dicipta dari api alias Naar ketimbang Nabiyullah Adam AS dari Tanah, sesaat “diperintahkan” tunduk bagi semua malaikat. Sejak itupula menandai permusuhan Iblis & Manusia, hingga umat Nabi Muhammad Sholallahu ‘Alaihi Wassalam.
“Kesombongan” Sang Iblis dibuktikannya ala dibunuhnya Habil oleh Qabil efek merasa tidak adil soal perjodohan. Disusul perbuatan-perbuatan kriminal, bahkan kesirikan sesat, di setiap zaman kenabian. Terkenal kisah Raja Babil alias Namrudz ibnu Kanan ibnu Kausy ibnu Sam ibnu Nuh semasa Nabi Ibrahim AS, & Raja Firaun semasa Nabi Musa AS; keduanya merasa diri Tuhan dimana Namrudz tewas akibat nyamuk masuk telinga, & Firaun tewas tenggelam di Laut Merah.
Semasa Nabi Luth AS, bahkan, memunculkan kisah Sodom-Gomorah yang kini dikenal
Lesbian-Gay-Biseksual-Transgender. Juga kesesatan umat sezaman Nabi Sholeh AS, kisah tajir melintir Qorun, hingga para Rasul penerima Wahyu Illahi Robbi dikenal penerima Kitab Samawi.
Kitab Samawi pun menjadi sasaran Iblis; Zabur diterima Nabi Daud AS, Taurat diterima Nabi Musa AS, Injil diterima Nabi Isa AS, dan Al-Qur’an Karim diterima Nabi Muhammad SAW. Kesemua penerima mukjizat Allah SWT itu dijahili, dan isi kitab-nya sukses diselisihi, kecuali Rasullullah Muhammad SAW bersama Al-Qur’an Karim dijamin kemurniannya hingga Kiamat.
Qadarullah, setiap makar manusia yang ketempelan Iblis atas Titah rajanya Dajjal si-Mata Satu atau biasa disebut konspirasi itu pun berjalan sesuai Ijin Illahi Robbi. Tak terkecuali New World Order alias Tatanan Dunia Baru dengan settingan jumlah manusia (SDM) disesuaikan cadangan sumber daya alam.
Kemunculan pandemi Covid19, berhentinya ibadah haji kurun 2020-2021, dan terseleksinya orang-orang beriman-kuffar-munafik bagai mengayak pasir, menandai bekerjanya Makarrullah menuju akhir dunia disebut Kiamat atau dikenal (film) Armaggeddon.
Pelan tapi pasti, mukjizat Kalamullah berjalan sesuai Kehendak Illahi Robbul Idzati. Perang Rusia-Ukraina menjalani Qadarullah dimana Chechnya membantu Rusia sebagai simbol bangsa Rum melawan Ukraina, yang disimbolkan golongan Yahudi.
Semua itu, konon, pertanda kehadiran Sang Masihi Dajjal yang Kafir bersamaan Turunnya Nabiyullah Isa Al-Masih Ibnu Maryam dan satria piningit Imam Mahdi. Masing-masing berperan sesuai Takdir-NYA, yang akan mengakhiri dunia fana menuju prosesi memasuki Alam Baqa nan kekal abadi; mereka dihisab sesuai amal perbuatan di hadapan Al-Khalik yang Maha Adil. Camkan itu Wahai Manusia!!! Wallahu’Alam Bisshowab.***RR
Penulis: Rinaldi Rais, Wartawan Al-Faqir
JNewstv.com Berita Fakta & Realita