
JNewstv.com | Halsel
Realisasi anggaran covid-19, di Desa Loleo, kecamatan Obi Selatan, Halmahera Selatan (Halsel) menuai kontroversi dikalangan masyarakat, pasalnya penyediaan fasilitas kesehatan itu tidak sesuai dengan belanja yang di lakukan oleh pemerintah Desa, Hal ini disampaikan salah satu warga masyarakat yang berinisial D (27) kepada wartawan Jnewstv. (08/05/2020).
“fasilitas kesehatan yang dibelanjakan itu adalah 27 buah toples rainbow (toples kerupuk/ukuran 5 liter air/berkaki besi), dengan harga Rp, 300.000. Per satu buah, dan masker dengan harga Rp.9 juta, namun masker tersebut tidak diperjelas berapa buah yang dibagikan, kemudian alat penyemprotan Disinfektan sampai detik ini tidak dibelanjakan. jika dana covid-19 itu sebesar lima pulu juta kenapa fasilitas yang dibelanjakan cuman ini saja”. Jelasnya.
Kepala Desa loleo, Edi Amus, saat dikonfirmasi oleh wartawan, menyatakan bahwa belanja yang dilakukan belum secara total, karena masih menunggu pencairan tahap ke dua, dan tahap kedua kami akan lakukan belanja fasilitas kesehatan yang dibutuhkan, sesuai dengan dana yang disediakan.
“Anggaran covid-19 itu lima pulu juta, namun belum semua dicairkan, karena ada penundaan dari sekertaris daerah (SEKDA) kabupaten Halmahera Selatan, dengan alasan karena Desa loleo itu kecil, maka yang dikasi cair dua puluh juta dulu, nanti tahap ke dua baru tiga pulu juta lagi dicairkan”, terangnya.
Kepala Desa juga menambahkan bahwa dari proses belanja fasilitas Desa itu, pemerintah Desa belum melakukan perincian, berapa total jumlah dana yang sudah di belanjakan, tapi saat ini kami perkirakan belanja tersebut sudah melewati dari dua puluh juta lebih. “Kami belum melakukan perincian anggaran yang sudah dibelanjakan, tapi kami perkirakan sudah melewati dua pulu juta lebih, anggaran yang terpakai. Lanjut Edi.
Sementara itu bendahara Desa, Jaitun Onga, saat dikonfirmasi wartawan,juga menambahkan bahwa, dana yang sudah dibelanjakan itu dirinya belum tahu pasti.” Berapa dana yang terpakai dan yang tersisa belum tahu, karena saya belum melakukan perincian anggaran, mungkin kepala Desa yang lebih tahu soal itu”, tutupnya. (Ardi)
JNewstv.com Berita Fakta & Realita