“Tancapkan Perdamaian Di Bumi Hibualamo”
JNewstv.com | Tobelo.
Kerukunan Keluarga Sangihe Talaut Sitaro, menggelar acara Adat Tulude Sangihe Talaud. Jumat 07/02/2020. Dilapangan Desa WKO, Kecamatan Tobelo Tengah. Kabupaten Halmahera Utara. Maluku Utara.
Acara adat Tulude merupakan acara adat yang paling populer di kalangan masyarakat Nusa Utara, Tulude atau Menulude berasal dari kata Suhude yang artinya menolak atau meninggalkan hal-hal buruk yang telah dilakukan di tahun sebelumnya, dan bersiap menyongsong tahun yang baru 2020.
Bupati Halmahera Utara, Frans Manery, dalam sambutannya menyampaikan bahwa ,acara adat Tulude, selain bermakna spiritual, juga memberikan edukasi dan wawasan kepada masyarakat, sebagai bentuk implementasi terhadap upaya pembangunan dan pelestarian budaya daerah. Menurutnya acara adat Tulude merupakan acara adat yang paling populer di kalangan masyarakat Nusa Utara,
Frans juga, menambahkan bahwa hajatan tahunan warisan leluhur masyarakat etnis Nusa Utara tidak mungkin dihilangkan dan dilupakan oleh generasi manapun dari etnis nusa utara ini. Bahkan lanjutnya, tradisi budaya Tulude ini mulai diterima bukan saja sebagai milik masyarakat Nusa Utara, tetapi telah diterima sebagai suatu tradisi budaya masyarakat yang sudah berbaur di budaya bangsa Indonesia pada umumnya. “Di mana ada komunitas masyarakat etnis Nusa Utara, pasti di sana ada acara adat tulude,” tutur Bupati.
Bupati berharapTulude harus tetap dilestarikan serta diagendakan secara rutin dan turun temurun. Di mana masyarakat etnis Nusa Utara yang ada di Halut semakin mencintai budaya dan adat istiadatnya.
“Melalui perayaan Tulude kali ini, saya mengajak kepada kita semua termasuk yang hadir saat ini, untuk memaknai perayaan adat ini sebagai wahana kebersamaan dan persaudaraan dalam satu komunitas yang utuh, yang menandakan bahwa kita semua satu-kesatuan masyarakat yang cinta persatuan, dan sangat menjunjung tinggi nilai-nilai luhur budaya daerah,” tandas Bupati.
Sementara itu Ketua Dewan Aman Nusantara, Ir. Hein Namotemo, Memeberikana Memeberikan aprewsiasi kepada kerukunan keluarga Sangihe Talaud Sitaro, menurutnya acara adat Tulude, Ini memberikan makna yang sangat besar, walaupun hidup berpisah dengan sanak saudara naum di tanah rantau kita bisa berkumpul bersama dalam nuansa kekeluargaan. ini membuktikan bahwa hubungan kekeluargaan tidak pernah putus. Sebagai Ketua Dewan Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (Aman) Saya mengajak kepa kita semua untuk bersahabat dengan alam ini. “Kita cintai alam ini, sehingga kita terhindar dari berbagai bencana malapetaka sepertinya di daerah daerah lain dinegara ini.
Deky Tawaris, Ketua Kerukunan keluarga Sangihe Talaud dan sitaro, menyampaikan bahwa sebagai umat beragama, marilah kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa. Atas kesempatan yang indah ini bapak ibu hadirin yang berbahagia, bisa hadir dan mengikuti upacara adat Tulude.
Kita berkumpul hanya satu tujuan, merajut kembali kebersamaan yang dijauhkan oleh jarak. Jarak antara desa dan kecamatan. Kami hadir disini, dari Apulea Loloda hingga diujung Kao.
Saya mengingatkan kembali kepada kita semua, kalau kita menghantam gelombang maka kita harus kuat, kalau kita kita mengikuti gelombang, maka kita harus berhati-hati.
Acara adat Tulude Sangihe Talaud Sitaro, yang digelar di hadiri oleh Sataf ahli gubernur Darwis Pua. Dandim 1508/Tobelo Raymond Stitanggang. kajari Iketut Tarimadarsana, serta unsur Forkopimda, Sekertaris Daerah Fredy Tjandua, pimpinan SKPD dan masyarakat Sangihe Talaud Sitaro yang berada di kabupaten halmahera utara. (Roby)
GALERI FOTO




JNewstv.com Berita Fakta & Realita