Home / Berita / Ketua Pemuda Katolik Halbar Kecam Desakan “Angkat Kaki” Dewa Coco Narasi Sepihak Abaikan Fakta di Lapangan

Ketua Pemuda Katolik Halbar Kecam Desakan “Angkat Kaki” Dewa Coco Narasi Sepihak Abaikan Fakta di Lapangan

JNewstv.com. Halmahera Barat_ Di tengah gencarnya pemberitaan yang mengecam PT Dewa Agricoco Indonesia (Dewa Coco), Ketua Pemuda Katolik Halmahera Barat, Oxtorus Seda (Ox), angkat bicara dan mengecam keras narasi yang dinilai sepihak serta tidak mencerminkan kondisi riil di masyarakat.

 

Ox menegaskan, sebagai organisasi kepemudaan, pihaknya tidak berada dalam posisi membela perusahaan. Namun, ia menilai framing yang berkembang saat ini cenderung mengabaikan fakta-fakta yang justru dirasakan langsung oleh masyarakat.

 

“Kami tidak dalam posisi membela, tapi kami juga tidak bisa membiarkan opini dibangun secara sepihak tanpa melihat realitas di lapangan,” tegas Ox.

 

Nilai Dampak Nyata yang Tidak Diangkat, Oxs menyoroti bahwa sejumlah pemberitaan cenderung hanya menampilkan sisi negatif tanpa mengangkat kontribusi yang telah diberikan perusahaan.

 

Ia menyebut, PT Dewa Coco telah memberikan bantuan pendidikan berupa. Beasiswa S2 bagi mahasiswa yang melanjutkan studi dari STPK Banau dan Kurang lebih Sekitar 50 penerima beasiswa S1.

 

“Ini fakta. Ada anak daerah yang bisa melanjutkan pendidikan karena adanya dukungan tersebut lewat anggaran CSR, tapi ini tidak pernah diangkat,” ujarnya.

 

Lapangan Kerja dan Prioritas Tenaga Lokal. Di sektor ketenagakerjaan, Ox juga membantah narasi yang menyebut perusahaan tidak memberi manfaat bagi masyarakat.

 

Menurutnya. Dewa Coco membuka lapangan kerja bagi warga lokal Tenaga kerja dari luar daerah direkrut untuk kebutuhan skill tertentu.

 

“Tenaga lokal tetap diprioritaskan. Yang dari luar itu karena kebutuhan keahlian, bukan untuk menggantikan masyarakat lokal,” jelasnya.

 

Peran Tekan Monopoli Harga Kopra Lebih jauh, Ox menilai keberadaan Dewa Coco justru membawa dampak strategis dalam rantai ekonomi masyarakat, khususnya dalam perdagangan kelapa.

 

Ia menyebut, kehadiran perusahaan. Meminimalisir praktik monopoli Menekan permainan naik-turun harga oleh pihak tertentu.

 

“Selama ini ada permainan harga yang merugikan petani. Kehadiran Dewa Coco tanpa disadari ikut menekan itu,” tegasnya.

 

Desakan “Angkat Kaki” Dinilai Berbahaya. Ox secara tegas mengecam tuntutan agar perusahaan hengkang dari Halmahera Barat. Ia menilai wacana tersebut tidak mempertimbangkan dampak sosial ekonomi yang lebih luas.

 

“Kalau dipaksakan angkat kaki, dampaknya jelas. pengangguran meningkat dan ketimpangan ekonomi bisa terjadi. Ini harus dipikirkan secara serius,” katanya.

 

Terkait tudingan pencemaran lingkungan, Ox mengingatkan agar persoalan tersebut tidak dibangun dari asumsi, tetapi harus melalui kajian teknis dan pembuktian ilmiah.

 

“Kalau ada dugaan, silakan diuji secara ilmiah oleh instansi berwenang. Jangan langsung digiring seolah-olah itu sudah pasti terjadi,” ujarnya.

 

Seruan untuk Objektivitas Publik, Ox mengajak semua pihak untuk tidak terjebak dalam narasi sepihak yang berpotensi memecah situasi di daerah.

 

“Kritik itu penting, tapi harus objektif dan berbasis data. Jangan sampai opini yang dibangun justru merugikan masyarakat itu sendiri,” tutupnya.

 

Pernyataan Ketua Pemuda Katolik Halmahera Barat ini menjadi penyeimbang di tengah derasnya kritik terhadap PT Dewa Coco, sekaligus mengingatkan bahwa setiap persoalan publik harus dilihat secara utuh, adil, dan tidak parsial.

 

(Aldy Ngofangare)

About jnews

Check Also

Wamen ATR/Waka BPN: Integrasi Data Hak, Tata Ruang & Nilai Tanah Jadi Kunci Tata Kelola Pertanahan

JNewstv.Com | Jakarta-Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (Wamen ATR/Waka BPN), …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


*

HUT Bhayangkara-74 Kompi 1 Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Malut

Ucapan HUT BHAYANGKARA 74 Dari FPII