TERNATE, JNewstv.com — Krisis air bersih kini menghantui puluhan mahasiswa asal Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) yang menempati asrama mahasiswa di Kota Ternate, Maluku Utara.
Di tengah aktivitas perkuliahan, kebutuhan paling mendasar justru menjadi persoalan serius. Air untuk mandi, mencuci hingga kebutuhan sehari-hari harus diperoleh dengan cara patungan. Bahkan, sejumlah mahasiswi terpaksa mengumpulkan uang untuk membeli satu tandon air berkapasitas 1.100 liter yang disebut hanya mampu bertahan sekitar satu hari.
Kondisi tersebut terjadi di dua asrama mahasiswa Haltim, masing-masing di Kelurahan Jambula, Pulau Ternate, dan Kelurahan Sasa, Kecamatan Ternate Selatan.

Ketua Se-OPMI Haltim, Asyadi S. Ladjim, mengungkapkan krisis air tersebut terjadi setelah meteran air dari PDAM Kota Ternate diputus akibat tunggakan pembayaran selama empat bulan.
“Mahasiswa terpaksa menumpang mandi dan mencuci di kos teman. Untuk mendapatkan air saja harus patungan,” ujar Asyadi, Kamis (24/9/2026).
Menurut Asyadi, pembayaran kebutuhan air sebenarnya telah dibicarakan dan disepakati bersama Pemerintah Kabupaten Haltim melalui Dinas Aset dan Keuangan Daerah sejak 2025.
Namun, tunggakan yang belum terselesaikan disebut telah mencapai Rp8.510.000, hingga akhirnya layanan air PDAM diputus.
Upaya komunikasi dengan pihak terkait juga telah dilakukan. Namun, menurut Asyadi, jawaban yang diterima belum memberikan kepastian kapan persoalan tersebut akan diselesaikan.
“Saya sudah komunikasi via WhatsApp. Balasannya, ‘trg blm ada uang nanti mo cari pinjaman dl’,” ungkapnya.
Air Sulit, Mahasiswa Harus Berjalan Membawa Jerigen
Kondisi yang lebih memprihatinkan disebut terjadi di Asrama Haltim di Kelurahan Sasa.
Fasilitas sumur bor di asrama tersebut dinilai tidak layak digunakan karena lokasinya berdekatan dengan barangka yang disebut menjadi tempat pembuangan sampah warga.
Akibatnya, mahasiswa harus mencari sumber air alternatif. Mereka bahkan berjalan kaki menuju Mata Air Sono milik warga sambil membawa jerigen untuk memenuhi kebutuhan mandi dan mencuci.
Bagi mahasiswa, kondisi ini bukan sekadar persoalan kenyamanan. Ketiadaan air bersih membuat aktivitas sehari-hari terganggu, sementara mereka tetap harus menjalani rutinitas perkuliahan.
Bukan Hanya Krisis Air, Kondisi Bangunan Juga Memprihatinkan
Persoalan fasilitas ternyata tidak berhenti pada air bersih.
Asrama mahasiswa Haltim di Jambula juga disebut mengalami kerusakan di sejumlah bagian. Plafon tampak lapuk dan kusam, sementara atap seng mengalami kebocoran.
Saat hujan turun, mahasiswa harus memindahkan lemari pakaian, buku dan barang-barang lainnya ke tempat yang dianggap lebih aman agar tidak terkena rembesan air.
Ironisnya, kondisi tersebut disebut telah diketahui oleh sejumlah pihak.
Bupati Haltim Ubaid Yakub sebelumnya pernah berkunjung ke Asrama Sasa. DPRD Haltim juga disebut telah melakukan kunjungan. Namun, menurut mahasiswa, hingga kini belum terlihat pembenahan yang mampu menyelesaikan persoalan mendasar tersebut.
Mahasiswa Minta Pemkab Haltim Turun Tangan
Asyadi meminta Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur tidak membiarkan persoalan fasilitas asrama berlarut-larut.
Ia menilai keberadaan asrama seharusnya menjadi bentuk dukungan pemerintah terhadap mahasiswa Haltim yang sedang menempuh pendidikan di Ternate.
“Bupati harus mengambil langkah cepat menangani kekurangan fasilitas asrama,” tegas Asyadi.
Data penghuni Asrama Jambula disebut mencapai lebih dari 50 mahasiswa. Namun, sebagian penghuni dikabarkan memilih meninggalkan asrama karena kondisi yang dinilai tidak lagi nyaman dan layak untuk ditempati.
Krisis air yang kini dialami mahasiswa pun menjadi gambaran bahwa persoalan fasilitas asrama tidak bisa hanya dilihat sebagai urusan teknis. Bagi para mahasiswa, air bersih merupakan kebutuhan dasar yang menentukan apakah mereka dapat menjalani kehidupan sehari-hari dengan layak sembari mengejar pendidikan.
Kini, para penghuni asrama menunggu langkah konkret Pemerintah Kabupaten Haltim agar persoalan air bersih, kondisi bangunan, dan fasilitas dasar lainnya tidak kembali menjadi masalah yang berulang.
(Red/MH)
JNewstv.com Berita Fakta & Realita