Home / Berita / Langganan Banjir Tahunan, Sejumlah Desa di Pusat Kota Weda dan Fasilitas Vital Pemerintah Terendam

Langganan Banjir Tahunan, Sejumlah Desa di Pusat Kota Weda dan Fasilitas Vital Pemerintah Terendam

HALTENG, JNewstv.com – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kota Weda, Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng), Provinsi Maluku Utara, pada Senin malam (2/6/2026), kembali memicu banjir di sejumlah wilayah. Desa Nurweda, Desa Wedana, dan Desa Fidi Jaya menjadi kawasan yang paling terdampak, dengan ratusan rumah warga, rumah kos, kios usaha, hingga fasilitas pemerintah dikepung genangan air.

Peristiwa yang kembali terjadi hampir setiap tahun ini memicu keluhan warga. Mereka menilai sistem drainase dan saluran pembuangan air di pusat Kota Weda tidak mampu menampung debit air hujan yang terus meningkat.

Di Desa Fidi Jaya, khususnya kawasan depan Kodim 1512/Weda dan sekitarnya, air dilaporkan menggenangi permukiman warga dengan ketinggian mencapai 40 hingga 70 sentimeter. Situasi berubah mencekam ketika air mulai memasuki rumah-rumah warga, kos-kosan, serta kios-kios yang berada di sepanjang kawasan tersebut.

Warga yang panik berupaya menyelamatkan barang-barang berharga mereka ke tempat yang lebih tinggi. Bahkan, median jalan terpaksa dibongkar untuk mempercepat aliran air yang menggenangi kawasan permukiman.

Pantauan JNewstv.com di lokasi menunjukkan sejumlah ruas jalan berubah menjadi aliran sungai dadakan. Kendaraan yang melintas harus berhati-hati karena derasnya arus air yang terus mengalir dari wilayah perbukitan menuju pusat kota.

Kondisi lebih memprihatinkan terjadi di area Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Weda. Banjir tidak hanya menggenangi halaman rumah sakit, tetapi juga dilaporkan mulai masuk ke sejumlah fasilitas vital pelayanan kesehatan.

Selain itu, sebuah pohon besar tumbang di jalur menuju Kilometer Tiga, tepat di samping rumah sakit, sehingga menutup sebagian badan jalan dan menghambat akses kendaraan.

Informasi yang dihimpun menyebutkan genangan air telah memasuki beberapa ruangan penting rumah sakit, di antaranya ruang laboratorium, ruang gizi, ruang instalasi bedah, ruang isolasi, serta sejumlah ruang perawatan pasien lainnya.

Akibat kondisi tersebut, dua pasien terpaksa dievakuasi ke ruang yang lebih aman guna menghindari risiko yang lebih besar. Mereka kemudian dipindahkan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) untuk mendapatkan pelayanan medis lanjutan.

Namun di tengah proses evakuasi, warga juga mengeluhkan kondisi penerangan yang tidak berfungsi optimal, sehingga menambah kesulitan tenaga medis dan keluarga pasien dalam melakukan penanganan darurat.

Sementara itu, di jalur masuk Kota Weda, tepatnya di kawasan Patung Subaime, Desa Wedana, banjir datang dengan arus yang cukup deras akibat kiriman air dari kawasan pegunungan. Warga yang tinggal di sekitar lokasi terpaksa mengungsi sementara karena khawatir debit air terus meningkat.

Sejumlah rumah dinas di kawasan Perumahan Dinas 100 juga dilaporkan ikut terendam. Arus air yang kuat membuat warga memilih meninggalkan rumah mereka untuk menghindari kemungkinan terjadinya banjir yang lebih besar pada malam hari.

Kondisi paling parah terjadi di Desa Nurweda. Pada ruas jalan menuju Kantor JNT, ketinggian air dilaporkan mencapai sekitar satu meter. Genangan tersebut membuat akses transportasi lumpuh total dan menyulitkan aktivitas warga.

Bahkan, menurut warga setempat, ketinggian air di beberapa titik sudah berada di atas pinggang orang dewasa. Situasi ini membuat masyarakat khawatir, terutama bagi anak-anak dan lansia yang berada di kawasan terdampak.

Peristiwa banjir yang kembali berulang ini memunculkan kritik dari masyarakat terhadap upaya penanganan banjir yang dinilai belum menyentuh akar persoalan. Warga berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah serius dan terukur untuk mengatasi persoalan drainase serta tata kelola aliran air di Kota Weda.

“Ini bukan kejadian pertama. Hampir setiap tahun kami menghadapi situasi seperti ini. Kami berharap pemerintah benar-benar melakukan penataan saluran air dan pembangunan infrastruktur pengendali banjir yang memadai agar masyarakat tidak terus menjadi korban,” ujar salah seorang warga terdampak.

Masyarakat berharap kejadian banjir yang telah menjadi langganan tahunan di Kota Weda ini dapat menjadi perhatian serius pemerintah daerah, sehingga solusi jangka panjang dapat segera diwujudkan demi melindungi keselamatan warga dan keberlangsungan aktivitas ekonomi masyarakat.

(Ilham Husen)

About jnews

Check Also

Pos Pengamanan Hutan di Wasile Selatan Ludes Terbakar, Warga Pertanyakan Pengawasan

Haltim, JNewstv.com — Keberadaan pos pengamanan kawasan hutan di Kecamatan Wasile Selatan, Halmahera Timur, kembali …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


*

HUT Bhayangkara-74 Kompi 1 Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Malut

Ucapan HUT BHAYANGKARA 74 Dari FPII