JNewstv.com | Ternate Lapak yang bermasalah di Terminal Gamalama sebaiknya di bongkar saja karena di duga ada unsur pungutan liar yang melibatkan oknum dishub dan para makelar atau calo dengan memasukan pedagang yang sebelumnya bahkan tidak pernah berjualan di terminal.Hal ini di katakan salah satu tokoh masyarakat (Tomas) Gamalama yang tidak mau disebutkan namanya.(28/12/20)
Tokoh masyarakat (Tomas) yang tidak mau disebutkan namanya tersebut mengatakan bahwa permasalahan tempat usaha atau dagang ini selalu menjadi sorotan dan incaran para makelar yang mengambil keuntungan sesaat yang bekerja sama dengan oknum – oknum dan pihak – pihak tertentu dengan melipat gandakan bahkan lebih pembayaran yang sebenarnya. ” Lebih baik lapak tersebut di bongkar saja ,sehingga dapat tahu siapa yang bermain dalam jual beli lapak agar para calo atau makelar yang selalu merugikan pedagang yabg benar – benar membutuhkan tempat usaha yang layak,” ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa setiap ada tempat yang baru di bangun pastinya makelar atau calo tersebut sudah mencari tahu dan menghubungi oknum – oknum Dinas tertentu untuk bekerjasama mengeruk uang dari para pedagang yang membutuhkan tempat – tempat usaha tersebut dengan melipat gandakan biaya yang sebenarnya.
” Di duga lapak- lapak yang ada di terminal ini sudah di berikan uang muka dulu oleh para mafia atau calo,sehingga pedagang yang seharusnya memang berhak menempatkan tempat tersebut tidak dapat, karena sudah di terisi oleh pedagang yang entah dari mana keberadaannya yang penting punya uang untuk membayar lebih,sedangkan pedagang yang pas – pasan tidak bisa memenuhi hal tersebut untuk membayar lebih dan kembali tergusur,” ujarnya.
Sebaiknya, katanya lagi, pemerintah kota dalam hal ini walikota yang baru nanti, benahi sumber daya manusia (SDM)nya yang benar – benar bekerja untuk kepentingan masyarakat ,bukan untuk kepentingan pribadi beserta kroni – kroninya.
Sementara itu salah satu pedagang yang tidak mau di sebutkan namanya mengungkapkan bahwa dlapak yang ada di terminal sebaiknya di bongkar saja dulu ,sehingga ketahuan siapa – siapa yang memiliki tempat tersebut yang di duga melalui jalur pungli. ” Saya yang sudah lama berjualan di terminal sebelum terminal ini di bangun baru saja tidak dapat,kok ini sudah penuh ,padahal baru di buat, aneh bin ajaib,” katanya sambil bersedih. (Tim)
JNewstv.com Berita Fakta & Realita