TERNATE. Saat kami ingin kembali ke Jakarta pada Sabtu tanggal 16 Desember 2023 melalui Bandara Sultan Babullah, Ternate Kepulauan Maluku Utara diantar Pj. Seknas FPII Junaedi Abdul Rasyid. Lalu Kami memasuki Bandara yang masih semrawut karena sedang dalam tahap pengembangan Bandara Sultan Babullah puku 08.20. WIT.
Saat hendak menuju Pesawat Batik saya melihat Bapak berkopiah hitam dengan jaket hitam sedang nyawer membagi-bagi uang pecahan Rp. 50.000/,- ke setiap pekerja di Bandara yang ditemuinya hingga masuk pesawat. “Wah, ada dermawan yang peduli dengan masyarakat” batinku.
Kami menyalaminya dan tentu saya tidak menerima saweran! ternyata beliau adalah Gubernur Maluku Utara.
Kami sempat jumpa di puncak Acara Hari Nusantara yang dipusatkan di Pantai Tugulafa Tidore Kepulauan, Maluku Utara, pada 13 Desember 2023. Ternyata itu adalah moment terakhir masyarakat Maluku Utara jumpa dengan Pemimpin Daerahnya.
Pak Gubernur Maluku Utara menyapa kami karena beliau duduk beda 1 barisan, dan beliau ada di kursi VIP tepat sebelah kiri depan kami.
Jakarta. Kami tiba di Bandara Soekarno Hatta dengan selamat sebelum ambil bagasi kembali kami jumpa Gubernur Maluku Utara dan saya bersalaman dan mengatakan “Sehat Selalu Yak Pak Gubernur”.
Saya terkejut ketika mendapatkan info terkait adanya Operasi Tangkap Tangan KPK di Jakarta dan Maluku Utara yang katanya Tim Anti Rasuah KPK menangkap tangan Gubernur Maluku Utara di salah satu Hotel di Jakarta Selatan dan beberapa pejabat daerah di Maluku Utara.
Dan saya memastikan informasi tersebut pada Senin malam 18 Desember 2023 belum ada informasi yang pasti karena dalam 1x 24 jam mereka diperiksa di Gedung Merah Putih KPK.
Apakah Bapak berpeci hitam yang saya temui di Bandara Babullah sedang nyawer adalah salah satu dari 18 orang yang ditangkap oleh Tim OTT KPK?
Pada Rabu, 19 Desember 2023 Saya terkejut saat Bapak berkopiah hitam yang Saya temui di Bandara Sultan Babullah ternyata sudah di tahan dengan mengenakan “Rompi Orange Tahanan KPK”.
Didepan awak media Bapak berpeci hitam berompi orange KPK meminta maaf kepada masayarakat Maluku Utara dan menyatakan ” Saya sudah mengabdi 2 Periode dan diakhir jabatan daya tersandung masalah dan ini adalah bagian dari Resiko Jabatan.
Tentu Saya prihatin Bapak tua berpeci hitam yang saya anggap dermawan karena nyawer di Bandara ternyata Diduga menerima suap proyek dan jual beli jabatan di Pemprov Maluku Utara.
Satu hal yang saya tangkap dari kejadian tersebut bahwa ketika pemimpin sudah tidak lagi amanah dan menyalahgunakan jabatan serta kewenangannya maka resikonya memakai Rompi Orange Tahanan KPK!
“Silahkan Jadi Pemimpin Daerah Yang Amanah Jangan Jadi Maling Uang Rakyat.”
SALAM WARAS!!!
Penulis : Lilik Adi Goenawan
JNewstv.com Berita Fakta & Realita