Home / Berita / Masalah Sampah di Labuha dan Upaya DLH dalam Mengatasinya
Kadis DLH Halmahera Selatan Samsu Abubakar (foto. Ucid)

Masalah Sampah di Labuha dan Upaya DLH dalam Mengatasinya

JNewstv, Labuha – Penumpukan sampah di beberapa titik dalam kota Labuha menjadi perhatian masyarakat Halmahera Selatan (Halsel).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Halmahera Selatan, Samsu Abubakar, pun memberikan penjelasan terkait faktor-faktor yang menyebabkan keterlambatan dalam pengangkutan sampah.

Menurut Samsu, ada beberapa faktor yang menyebabkan keterlambatan dalam pengangkutan sampah di dalam kota, sehingga terlihat adanya penumpukan sampah di beberapa lokasi.

“Saat ini, kami dari dinas masih mengalami keterbatasan armada atau alat angkut sampah. Selain itu, karena ini bulan puasa, personel yang kami kerahkan memiliki keterbatasan dalam bekerja. Sebagian dari mereka baru bisa bekerja pada malam hari,” Jelasnya, kamis, (20/03/25).

Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa personel DLH saat ini bertugas di tiga kecamatan utama dalam kota dan sekitarnya.

“Kami masih fokus di tiga kecamatan terlebih dahulu, yaitu Kecamatan Bacan, Bacan Selatan, dan Bacan Timur. Namun, untuk memaksimalkan pengangkutan sampah, kami berencana menambah satu unit alat angkut pada tahun 2025,” tambahnya.

Samsu juga menekankan, bahwa persoalan sampah bukan hanya tanggung jawab Dinas Lingkungan Hidup semata, tetapi juga seluruh elemen pemerintahan, mulai dari tingkat kabupaten hingga desa.

“UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, sudah jelas menekankan bahwa pengelolaan lingkungan hidup, termasuk sampah, adalah tanggung jawab semua pihak. Ke depannya, setiap desa diharapkan memiliki Tempat Pembuangan Sementara (TPS), yang lokasinya akan ditentukan oleh desa itu sendiri,” ungkapnya.

Selain itu, beberapa kali, DLH telah menetapkan lokasi TPS, namun karena adanya keluhan dari masyarakat, TPS tersebut terpaksa dibongkar kembali.

“Oleh karena itu, kami berharap desa dapat menyediakan lahannya, dan dari pihak dinas yang akan membangun TPS-nya,” lanjutnya.

Terkait pengelolaan sampah, saat ini DLH masih menerapkan sistem “ambil dan buang” tanpa mengolah sampah menjadi produk baru.

“Ke depan, jika anggaran dan sumber daya manusia (SDM) kami mencukupi, kami akan berupaya mengelola sampah yang ada agar lebih bermanfaat,” Jelasnya.

Saat ini, DLH memiliki Material Recovery Facility (MRF), namun belum bisa digunakan karena keterbatasan tenaga pembangkit listrik.

“Jika ingin membangun Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPSP) yang mampu menghasilkan produk seperti pupuk dan lainnya, dibutuhkan kontribusi dari berbagai pihak untuk menyediakan alatnya,” jelas Samsu.

Dirinya juga mengungkapkan bahwa untuk menerapkan sistem pengelolaan sampah seperti di kota-kota besar di Jawa, diperlukan investasi yang sangat besar.

“Jika kita ingin samakan dengan Kota solo atau Jogjakarta yang Punya Pabrik pengelolaan sampah, itu membutuhkan anggaran miliaran atau bahkan, bisa mencapai triliunan rupiah,” Tutupnya. ***

(Ifan)

About Moch

Check Also

Gelar Silaturahmi dengan Kepsek se-Wasile, Bupati Ubaid Soroti Legalitas Lahan Sekolah

Haltim, JNewstv.com — Bupati Halmahera Timur, Ubaid Yakub, menggelar silaturahmi bersama para kepala sekolah jenjang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


*

HUT Bhayangkara-74 Kompi 1 Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Malut

Ucapan HUT BHAYANGKARA 74 Dari FPII