JNewstv.com | Kep Sul
Pernyataan calon bupati (cabup) Kepulauan Sula (Kepsul) Fifian Adeningsi Mus (FAM) yang di duga mencemari nama baik desa serta masyarakat Waigay pada beberapa hari lalu membuat para tokoh agama, toko adat, dan pejabat desa serta mahasiswa untuk mendesak agar meminta maaf Hal ini di katakan Haruna Leko selaku pejabat desa Waigay kepada JNewstv.com di
teras Masjid AL-Jihad. (08/12/2020)
Haruna Leko mengatakan sebagai pejabat desa ia meminta kepada Fifian Adeningsi Mus agar bisa kembali meminta maaf kepada warga setempat atas bahasa yang disampaikan. “Jika Fifian Adeningsi Mus mengabaikan maka akan di tindak lanjut ke pihak yang berwajib dan diproses sesuai keberlakuan hukum,” tegasnya.
Haruna Leko beranggapan bahwa bahasa Fifian Adeningsi Mus sangat tidak beretika. Oeh karena itu, dirinya, serta tokoh agama, tokoh adat, dan warga desa meminta kepada Ningsi Mus untuk meminta maaf kepada masyarakat Waigay.
Sementara, Hi. Afan Ibrahim, Imam Masjid Al-jihad Waigay menyampaikan bahwa, bahasa Fifian Adeningsi Mus terhadap masyarakat Waigay mengandung makna yang melecehkan nama baik kampung. Untuk itu, Mereka mengharapkan kepada Fifian Adeningsi Mus agar kembali untuk meminta maaf kepada masyarakat desa setempat. “Bilamana permintaan masyarakat desa setempat tidak dikendalikan yang bersangkutan maka mereka atas nama tokoh agama, tokoh adat, dan pemerintah desa akan menuntut keras dan mewakili masyarakat menindak lanjut masalah tersebut keranah hukum dan diproses sesuai keberlakuan hukum,” ungkapnya.
Di samping, Darman Leko, dan Jisman Leko serta beberapa teman mahasiswa lainnya hadir bersama dihadapan tokoh agama, tokoh adat, dan pejabat desa, tepatnya di teras Masjid Al-Jihad mereka langsung menyampaikan sikap. Jika Calon Bupati Fifian Adeningsi Mus, tidak meminta maaf atas bahasanya kepada masyarakat Waigay maka masalah tersebut akan dibawa langsung ke jalur hukum. (Yusman Leko)
JNewstv.com Berita Fakta & Realita