Home / Pariwisata / (Seni dan Budaya / “Mesra” Frans dan Hein Baku dapa Di Acara Adat Tulude Halut Sangihe Talaud, Sitaro

“Mesra” Frans dan Hein Baku dapa Di Acara Adat Tulude Halut Sangihe Talaud, Sitaro

 

“Kedua Sahabat Ini Punya Komitmen Yang Sama Lestarikan Adat Budaya Hibualmo Sebagai Rumah Bersama”

JNewstv.com | Tobelo.
Ada hal menarik pada acara Adat Tulude Sangihe Talaud Sitaro, yang digelar Kerukunan Keluarga Sangihe Talaud, Sitaro (KKSTS), di Tobelo Halmahera Utara, Maluku Utara.  Jumat 07/02/2020.

Semua pandangan mata tertuju pada kedua sosok sahabat yang pernah bersama-sama dalam jajaran pemerintahan kabupaten Halmahera Utara kala itu,  Hein Namotemo, yang saat itu menjabat sebagai Bupati Halut dan Frans Manery,  menjabat sebagai Sekertaris Daerah.

Dalam pertemuan kali ini,  memang tampak berbeda,  dimana Hein Namotemo,  saat ini menjabat sebagai Ketua Dewan Aliansi Masyarakat Adat Nusantara  (Aman) dan Frans Manery,  yang saat ini menjabat Bupati Halut.

Dalam konsep NAPATO SUKAPIANG PEDARAME, ( TANCAP DAMAI ITU INDA) TANCAP DAMAI DI BUMI HIBUALAMO. ,  terlihat Frans dan Hein begitu “Mesra” penuh canda  karena Ini bukan yang kesekian kalinya kedua tokoh ini bertemu,  baik dalam agenda yang dijadwalkan maupun maupun  tanpa sengaja.

Dari amatan JNewstv,  keduanya terlihat begitu “mesra” ketika pada saat persiapan di kantor bupati,  hingga ke tempat palaksanaan upacara adat Tulude,  keduanya terlihat akrap dalam canda  gurau. Saling  sapa bahkan ketika JNewstv mengajak kedua tokoh ini untuk foto bersama terlihat suasana senyum ” sempat keluar dari mulut Frans dan Hein” WARTAWAN KALU BAGINI DONG PE SUKA-SUKA” Sambil tertawa lepas… Dari dua tokoh Rekonsiliasi ini.

Frans,  sendiri dalam sambutanya mengatakan bahwa,  pasti semua orang terheran-heran ketikadirinya mengenakan pakaian adat Sangihe Talaud, “Saya memang asli tobelo kao tobelo.  Istri saya marga Lesnusa (orang Ambon)  tapi orang tua dari istri saya/mama mantu saya  orang sanger tamako” Itu berarti saya bagian dari orang sangihe. Ternyata antara keduanya,  Hein   dan Frans, memiliki konsep yang sama untuk mengembangkan adat dan budaya Hibualamo, bersama debgan 16 paguyuban yang ada di halut. (Roby)

About jnews

Check Also

Cegah Dampak Asap Karhutla, Puskesmas Lolobata Turun Langsung Lindungi Warga

HALTIM, JNewstv.com — Kepedulian terhadap kesehatan masyarakat ditunjukkan jajaran Puskesmas Lolobata, Kecamatan Wasile Tengah, Kabupaten Halmahera …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


*

HUT Bhayangkara-74 Kompi 1 Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Malut

Ucapan HUT BHAYANGKARA 74 Dari FPII