Home / Pariwisata / (Seni dan Budaya / Pernikahan Sederhana Konten Kreator Top Maluku Utara, Saya Khoko: Cinta, Edukasi, dan Budaya dalam Satu Harmoni

Pernikahan Sederhana Konten Kreator Top Maluku Utara, Saya Khoko: Cinta, Edukasi, dan Budaya dalam Satu Harmoni

JNewstv.com | Ternate, Maluku Utara – Masyarakat Maluku Utara yang aktif di media sosial dihebohkan dengan kabar bahagia salah satu putra terbaiknya, Saya Khoko (Eko Cahyono Kodja), konten kreator berpengaruh yang melepas masa lajangnya bersama sang pujaan hati, Nur Adila (Voryn Thalya Kiriwenno). Pasangan ini mengikat janji suci dalam pernikahan sederhana penuh hikmah di kediaman ayah angkat Khoko, Jufri Abuhair, Kelurahan Ngidi, Ternate, Kamis (08/05/2025). Jam. 21.00 WIT Acara yang digelar tanpa gemerlap itu justru menyimpan cerita haru, perjuangan, dan dedikasi yang menyentuh ribuan hati netizen.

Dari “Cukardeleng” ke Pelaminan: Kisah Cinta yang Mengedukasi

Sosok Saya Khoko, yang akrab disapa “Cukardeleng” berkat jargon khasnya, telah lama menjadi ikon kreativitas dan kecerdasan bermedia sosial di Maluku Utara. Konten-kontennya yang menghibur, sarat edukasi, dan mengangkat kearifan lokal sukses membius ratusan ribu follower di Facebook, Instagram, YouTube, dan TikTok. Kini, pria yang kerap tampil dengan fashion unik dan komunikasi interaktif itu memilih merajut cinta dengan kesederhanaan.

Nur Adila, sang istri, disebutkan telah memeluk agama Islam setahun sebelum pernikahan. Prosesi akad nikah digelar secara khidmat, dihadiri keluarga terdekat dan sejumlah rekan sesama kreator. “Ini adalah babak baru kehidupan kami. Sederhana, tapi penuh makna. Kami ingin membuktikan bahwa kebahagiaan tidak harus diukur dari kemewahan,” ujar Khoko dengan mata berkaca-kala.

Foto Istimewa: Bersama Saya Khoko dengan Istri Nur Ardila.

Di luar popularitasnya, Khoko dikenal sebagai sosok yang konsisten mengampanyekan literasi digital. Ia kerap menjadi narasumber program Kementerian Kominfo RI untuk wilayah Maluku dan Papua, dipimpin Thamrin Ali Ibrahim. Empat pilar literasi digital—cakap, etika, budaya, dan keamanan digital—menjadi fondasi materi yang ia sampaikan.

“Bagi saya, konten kreator bukan hanya tentang viral atau uang. Ini adalah tanggung jawab untuk mengedukasi, terutama generasi muda. Budaya kita adalah identitas yang tak boleh luntur,” tegasnya dalam salah satu sesi webinar. Dedikasinya ini membuatnya dielu-elukan sebagai role model bagi anak muda Maluku Utara yang ingin berkarya di dunia digital.

Pernikahan Sederhana, Pesan Mendalam untuk Generasi Z

Meski bisa menggelar pesta megah, Khoko dan Adila memilih merayakan cinta dengan cara minimalis. Dekorasi ala kadarnya, hidangan tradisional, serta busana pengantin yang mengusung nuansa lokal menjadi bukti komitmen mereka mempertahankan identitas budaya. “Kami ingin memulai hidup baru dengan kesederhanaan dan syukur. Ini juga bentuk edukasi: bahwa kebahagiaan sejati ada di hati, bukan di tampilan,” tutur Adila lembut.

Momen haru pun terjadi saat Khoko membagikan kisah perjuangan pasangan ini mempertahankan hubungan jarak jauh. “Dia (Adila) adalah support system terbesar saya. Saat saya kelelahan membuat konten, dialah yang mengingatkan saya untuk tetap rendah hati dan fokus pada tujuan,” ungkapnya dengan suara bergetar.

Konten Lokal sebagai Legacy untuk Maluku Utara

Bagi Khoko, mengangkat budaya dan alam Maluku Utara bukan sekadar strategi konten, melainkan panggilan hati. “Kebudayaan adalah identitas. Saya ingin generasi muda bangga menjadi orang Ternate, orang Maluku Utara. Lewat konten, kita bisa melestarikan warisan leluhur sekaligus menarik perhatian dunia,” paparnya.

Ia juga berpesan kepada kreator pemula: “Jangan terjebak pada likes dan followers. Berkaryalah dengan niat baik, kejujuran, dan kerja keras. Jika itu dilakukan, rezeki dan dampak positif akan mengikuti.”

Selamat Berbahagia, Cukardeleng!

Pernikahan Saya Khoko dan Nur Adila bukan hanya menjadi trending topic di kalangan netizen Maluku Utara, tapi juga menginspirasi ribuan pasangan muda untuk memaknai cinta dengan kesederhanaan dan integritas. Kolase komentar dari follower pun membanjiri unggahan foto pernikahan mereka. “Semoga jadi keluarga sakinah, makin sukses mengedukasi kita semua!” tulis salah satu follower.

Di ujung wawancara, Khoko berbagi kutipan favoritnya: “Konten boleh viral, tapi hati harus tetap bersih. Cinta boleh romantis, tapi tanggung jawab harus diutamakan.” Pesan yang tak hanya menyentuh, tapi juga mengajak kita semua untuk berpikir: di era digital yang serba cepat, adakah yang lebih berharga dari ketulusan dan kesederhanaan?

#CukardelengMenikah kini menjadi hashtag penghargaan bagi sosok yang membuktikan bahwa popularitas dan kesantunan bisa berjalan beriringan. Selamat jalan, Khoko dan Adila!.(*)

Penulis: junXCom

Editor: Saleh

About jnews

Check Also

Pos Pengamanan Hutan di Wasile Selatan Ludes Terbakar, Warga Pertanyakan Pengawasan

Haltim, JNewstv.com — Keberadaan pos pengamanan kawasan hutan di Kecamatan Wasile Selatan, Halmahera Timur, kembali …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


*

HUT Bhayangkara-74 Kompi 1 Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Malut

Ucapan HUT BHAYANGKARA 74 Dari FPII